Robert Kosasih
Bidang Farmakologi Klinik, Universitas Tarumanagara Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 5 KOTA BEKASI Putri Rania Ashha; Robert Kosasih
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis (IN PRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v6i02.38142

Abstract

Latar Belakang: Anemia, yaitu rendahnya jumlah sel darah merah yang kerap dialami oleh remaja putri seiring meningkatnya kebutuhan zat besi pada periode pertumbuhan serta adanya kehilangan darah selama siklus menstruasi. Salah satu faktor yang dipercayai berkaitan dengan kondisi ini adalah status gizi yang dinilai dengan Indeks Massa Tubuh (IMT), meskipun temuan dari penelitian terdahulu masih menunjukkan temuan yang bervariasi. Tujuan: Mengkaji keterkaitan antara status gizi yang ditentukan oleh BMI-for-age-percentile dengan prevalensi anemia pada siswi kelas X di SMAN 5 Kota Bekasi. Metode: Studi ini dirancang secara observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional), melibatkan 262 siswi sebagai subjek penelitian. Data diperoleh dari rekam medis di Puskesmas Kecamatan Pondok Gede. Penentuan status gizi mengacu pada BMI-for-age-percentile berdasarkan standar dari CDC menggunakan CDC Child and Teen BMI Calculator, sementara klasifikasi anemia didasarkan pada nilai hemoglobin di bawah 12 g/dL sesuai pedoman World Health Organization (WHO). Pengujian hubungan antar variabel dilakukan dengan uji Chi-Square pada taraf kepercayaan 95%. Hasil: Mayoritas siswi (80,5%) berada pada kategori status gizi normal, sedangkan sekitar sepertiga dari keseluruhan responden mengalami anemia. Uniknya, kejadian anemia tersebar di semua kategori status gizi. Berdasarkan hasil uji Chi-Square, tidak ditemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara status gizi (BMI-for-age-percentile) dengan kejadian anemia (p=0,906). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara status gizi berdasarkan BMI-for-age-percentile dengan kejadian anemia pada siswi kelas X di SMAN 5 Kota Bekasi.