Muhammad Fikri Dzakwan
Program Studi Pendidikan Kedokteran, Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KAPASITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN JAMBU AIR (SYZYGIUM AQUEUM) DENGAN METODE ABTS, DPPH, DAN FRAP Muhammad Fikri Dzakwan; Ni Made Swantari
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis (IN PRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v6i02.38143

Abstract

ABSTRAK Antioksidan berperan penting dalam menetralisir radikal bebas penyebab stres oksidatif yang mendasari berbagai penyakit degeneratif. Daun jambu air (Syzygium aqueum), tanaman famili Myrtaceae yang tumbuh melimpah di Indonesia, diketahui mengandung metabolit sekunder berpotensi antioksidan seperti flavonoid, tanin, antosianin, dan senyawa fenolik. Namun, dibandingkan kerabat dekatnya dalam genus Syzygium, data kapasitas antioksidan Syzygium aqueum masih terbatas dan umumnya hanya diuji dengan satu metode, sehingga belum menggambarkan kapasitas antioksidannya secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas antioksidan ekstrak metanol daun Syzygium aqueum menggunakan tiga metode sekaligus. Ekstrak dibuat melalui maserasi dan perkolasi menggunakan pelarut metanol, dilanjutkan evaporasi hingga diperoleh ekstrak. Pengujian kapasitas antioksidan dilakukan menggunakan metode DPPH, ABTS, dan FRAP, dengan Trolox sebagai standar pembanding. Nilai IC₅₀ pada uji DPPH, ABTS, dan FRAP berturut-turut adalah 34,47 µg/mL, 3,93 µg/mL, dan 10,05 µg/mL, seluruhnya termasuk kategori antioksidan sangat kuat (IC₅₀ < 50 µg/mL). Kapasitas antioksidan ekstrak pada metode ABTS hampir setara dengan standar Trolox (IC₅₀ 3,39 µg/mL). Dapat disimpulkan bahwa daun Syzygium aqueum memiliki kapasitas antioksidan yang sangat kuat pada ketiga metode yang digunakan, dengan kontribusi utama dari senyawa fenolik dan antosianin, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai sumber antioksidan alami.