Dastin Imanuel
Program Studi Pendidikan Profesi, Fakultas Psikologi, Universitas Tarumangara Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STUDI KASUS: PENDEKATAN PENANGANAN IDEASI BUNUH DIRI PADA PASIEN KORBAN PEMERKOSAAN DENGAN GANGGUAN DEPRESI MAYOR Dastin Imanuel; Sandi Kartasasmita
Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Muara Medika dan Psikologi Klinis (IN PRESS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmmpk.v6i1.38235

Abstract

Kekerasan seksual, khususnya pemerkosaan, merupakan peristiwa traumatis yang dapat menimbulkan dampak psikologis yang serius, seperti Gangguan Depresi Mayor (GDM) dan ideasi bunuh diri. Trauma yang dialami korban sering memunculkan distorsi kognitif, rasa bersalah yang berlebihan, serta penilaian negatif terhadap diri sendiri yang memperburuk gejala depresi dan meningkatkan risiko bunuh diri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses asesmen, dinamika psikologis, serta pelaksanaan intervensi psikologis berbasis kognitif dalam menangani ideasi bunuh diri pada pasien korban pemerkosaan dengan Gangguan Depresi Mayor. Penelitian menggunakan desain studi kasus klinis dengan pendekatan mixed methods pada seorang perempuan berusia 29 tahun yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan dengan diagnosis Gangguan Depresi Mayor episode berulang berat tanpa fitur psikotik setelah melakukan percobaan bunuh diri melalui overdosis obat. Proses asesmen dilakukan melalui wawancara klinis, observasi, Mental Status Examination (MSE), serta penggunaan instrumen Depression Anxiety Stress Scales-42 (DASS-42), Suicide Assessment Scale (SASS-II), Sack's Sentence Completion Test (SSCT), Draw-A-Person (DAP), Baum Test, House-Tree-Person (HTP), dan Intelligence Structure Test (IST). Intervensi diberikan dalam tiga sesi konseling individual berbasis Teori Kognitif Beck yang meliputi psikoedukasi, restrukturisasi kognitif, pelatihan strategi koping adaptif, dan teknik relaksasi. Hasil menunjukkan adanya penurunan gejala depresi, kecemasan, dan stres, dengan skor depresi menurun dari kategori sangat berat menjadi sedang. Selain itu, pasien menunjukkan perbaikan kualitas tidur, kemampuan regulasi emosi, serta fleksibilitas kognitif. Pasien juga mampu mengidentifikasi dan menantang pikiran otomatis negatif yang berkaitan dengan rasa bersalah, ketidakberhargaan diri, dan keputusasaan sehingga intensitas ideasi bunuh diri berkurang secara bermakna. Studi kasus ini menunjukkan bahwa intervensi kognitif singkat berbasis Teori Kognitif Beck memberikan perbaikan klinis dan menjadi pendekatan preventif krisis yang efektif dalam menurunkan ideasi bunuh diri pada pasien dengan Gangguan Depresi Mayor akibat trauma seksual di lingkungan rawat inap.