Fitriani Yulianti
Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Syiah Kuala

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Kearifan dan Budaya Lokal Dalam Pelaksanaan Upacara Adat Kenduri Sawah Atau Blang di Desa Limau Purut Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan Rina Afdilla; Fitriani Yulianti; Oriza Zulfina
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, memahami dan menghayati nilai-nilai budaya serta kearifan lokal yang ada di Gampong Limau purut Kecamatan Kluet Utara Kabupaten Aceh Selatan agar dapat dilestarikan dan dikembangkan lebih lanjut. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh masyarakat Gampong Limau Purut yang ikut serta dalam upacara adat kenduri sawah atau blang. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Alat pengumpulan data yaitu observasi partisipatif, wawancara mendalam, catatan lapangan, dokumentasi fotografis dan rekaman audio-visual serta analisis dokumen. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Kesimpulan penelitian ini yaitu menurut tradisi masyarakat Limau Purut, kenduri blang diartikan sebagai suatu kegiatan meminta berkah dan menjaga kebiasaan masyarakat terdahulu yang akan dikenang sebagai kepercayaan untuk menuai hasil panen yang melimpah pada musimnya panen telah tiba.Kata kunci : Analisis Kearifan, Budaya Lokal, Kenduri Blang
Dampak Pengembagan Taman Wisata Gunung Lauser Terhadap Kondisi Perekonomian Di Desa Ketambe Duwi Napitupulu; Fitriani Yulianti
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis dampak pengembangan Taman Wisata Gunung Lauser terhadap kondisi perekonomian di Desa Ketambe. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggabungkan metode observasi dan wawancara dengan masyarakat sekitar.Studi ini melibatkan partisipan dari berbagai lapisan masyarakat diDesa Ketambe, termasuk pemilik bisnis lokal, pekerja di sektor pariwisata, petani, dan anggotakomunitas lokal. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan wawancaramendalam untuk memahami persepsi dan pengalaman masyarakat terkait pengembangan TamanWisata Gunung Lauser.Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif dan tematik, denganmengidentifikasi pola dan tema yang muncul dari wawancara dan observasi. Dampakpengembangan Taman Wisata Gunung Lauser terhadap kondisi perekonomian di Desa Ketambeakan dievaluasi dalam beberapa aspek, termasuk pertumbuhan ekonomi lokal, kesempatan kerja,pendapatan masyarakat, dan perubahan pola pengeluaran.Hasil penelitian diharapkan dapatmemberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang dampak pengembangan Taman WisataGunung Lauser terhadap kondisi perekonomian di Desa Ketambe. Temuan penelitian inidiharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah daerah, pengelola Taman Wisata GunungLauser, dan komunitas lokal untuk pengembangan kebijakan yang lebih efektif dalammemanfaatkan potensi pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Kearifan Lokal Masyarakat Gayo Dalam Upaya Mitigasi Bencana Alam (Studi Kasus di Kampung Isaq Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah) Sifa Maulida Linge; Fitriani Yulianti
Jurnal Pendidikan Geosfer Vol 9, No 2.1 (2024): Jurnal Pendidikan Geosfer
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jpg.v9i2.1.33410

Abstract

Kearifan lokal merupakan bentuk keyakinan, pemahaman atau wawasan serta adat kebiasaan atau etika yang menuntut perilaku manusia dalam kehidupan di dalam komunitas ekologis. Salah satu kearifan lokal yaitu upaya adaptasi dan mitigasi bencana alam masyarakat Gayo. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data kearifan lokal melalui observasi dan wawancara dari masyarakat. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui kearifan lokal masyarakat Gayo berkaitan dengan adaptasi bencana banjir dan longsor serta untuk mengetahui seperti apa wujud kearifan lokal masyarakat Gayo yang dulu pernah ada dan masih digunakan hingga sampai sekarang. Peneliti telah menemukan kearifan lokal yang di anut oleh masyarakat Kampung Isaq mengenai mitigasi bencana longsor, yaitu aturan adat dan cerita rakyat yang melegenda. Aturan adat sebagian besar terkait dengan melindungi hutan. Beberapa cerita rakyat (kekeberen) Masyarakat Isaq dilarang membuka lahan baru dan menebang kayu tanpa izin. Jika tidak meminta izin maka roh penunggu hutanakan marah dan menimbulkan bencana alam.