p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal INVOLUSI
Risnawati
Program Studi Kebidanan, STIKES Bakti Utama Pati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS PIJAT OKSITOSIN ANTENATAL DAN POSTNATAL TERHADAP PRODUKSI ASI Ida Farida; Juda Julia Kristiarini; Risnawati
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16 No 1 (2026): Vol. 16, No. 1 Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v16i1.1747

Abstract

Masalah yang berkembang di masyarakat adalah pemberian susu formula menjadi semakin penting dan ASI menjadi pilihan yang paling tidak disukai. Fenomena pada ibu nifas yang tidak memberikan ASI dan memilih memberikan susu formula bayi bayi salah satunya disebabkan karena kurangnya produksi ASI. Kondisi ini dapat menghambat proses menyusui dan menurunkan rasa percaya diri ibu. Penurunan produksi ASI pada hari-hari pertama setelah melahirkan dapat disebabkan oleh kurangnya rangsangan hormon prolaktin dan oksitosin. Usaha untuk merangsang pengeluaran hormon oksitosin dapat dilakukan dengan melakukan pijat oksitosin. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbedaan efektifitas pijat oksitosin yang diberikan mulai usia kehamilan 38 minggu dibandingkan dengan pasca persalinan terhadap produksi ASI. Desain Penelitian yang digunakan adalah mixed methods. Penekanan metode lebih pada metode pertama, yakni kuantitatif dan selanjutnya dilengkapi dengan metode kualitatif. Pencampuran data kedua metode bersifat connecting (menyambung) antara hasil pertama dan tahap berikutnya. Sampel adalah ibu hamil mulai kehamilan 38 minggu sebagai kelompok intervensi dan ibu pasca persalinan sebagai kelompok kontrol masing-masing sebanyak 32 orang. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan efektifitas pijat oksitosin yang diberikan mulai usia kehamilan 38 minggu dibandingkan dengan pasca persalinan terhadap produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Cilacap Utara I (p-value = 0,021). Pijat oksitosin yang diberikan mulai usia kehamilan 38 minggu akan lebih efektif meningkatkan produksi ASI dibandingkan dengan pijat oksitosin yang diberikan pada pasca persalinan dengan perbandingan produksi ASI pada kelompok intervensi rata-rata sebesar 17,31 cc sedangkan pada kelompok kontrol sebesar 12,31 cc.
EFEKTIVITAS PENDIDIKAN KESEHATAN MENGGUNAKAN FLIP CHART DAN BUKU SAKU TERHADAP PENGETAHUAN BAHAYA KEHAMILAN PADA REMAJA Nainie Faiqatul; Risnawati; Gunarmi Solikhin
INVOLUSI: Jurnal Ilmu Kebidanan Vol 16 No 1 (2026): Vol. 16, No. 1 Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/involusi.v16i1.1787

Abstract

Abstrak Pendahuluan: Kehamilan di usia dini dapat meningkatkan risiko kematian ibu. Salah satu upaya untuk menurunkan risiko tersebut adalah melalui pendidikan kesehatan, seperti kampanye kesehatan reproduksi dan peningkatan akses terhadap layanan kesehatan. Diharapkan, langkah-langkah ini dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi secara signifikan. Metode: Penelitian ini melibatkan dua kelompok, yaitu satu kelompok yang diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media flip chart, dan satu kelompok lainnya menggunakan media buku saku. Populasi dalam penelitian ini adalah 100 remaja putri di SMA 4 Jember, dan sebanyak 60 orang dijadikan sampel (masing-masing 30 responden per kelompok) berdasarkan data studi pendahuluan. Analisis data dilakukan menggunakan uji independent t-test. Hasil: Pada kelompok flip chart, sebanyak 53,3% responden memiliki pengetahuan yang kurang sebelum intervensi, dan meningkat menjadi 80% dengan kategori pengetahuan cukup setelah diberikan pendidikan kesehatan. Pada kelompok buku saku, sebanyak 76,7% memiliki pengetahuan cukup sebelum intervensi, dan meningkat menjadi 43,3% dengan kategori pengetahuan baik setelah intervensi. Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan dalam peningkatan pengetahuan antara metode flip chart dan buku saku (p = 0,003 dan p = 0,017). Saran: Remaja dianjurkan untuk aktif mencari informasi terkait kesehatan reproduksi dan menyebarkannya kepada teman sebaya. Pusat layanan kesehatan perlu memperluas kegiatan penyuluhan dengan metode yang interaktif dan materi yang mudah diakses. Bidan diharapkan lebih aktif melakukan edukasi di masyarakat dan sekolah dengan pendekatan yang sesuai usia. Penelitian selanjutnya disarankan mengeksplorasi efektivitas metode pendidikan kesehatan lainnya dengan cakupan yang lebih luas.