Abdurrahman R. Mala
Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOLABORATIF PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP NEGERI 1 KOTA GORONTALO Sri Dewi Nasibu; Abdurrahman R. Mala; Yuslin Kasan
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi model pembelajaran kolaboratif pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta dampaknya terhadap peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Kota Gorontalo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) dan bersifat deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas guru PAI, peserta didik kelas VIII, dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran kolaboratif pada mata pelajaran PAI dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan, guru menyusun perangkat pembelajaran yang mengintegrasikan strategi kolaboratif dengan pembentukan kelompok heterogen. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan melalui diskusi kelompok, kerja sama antarpeserta didik, dan presentasi hasil diskusi dengan guru berperan sebagai fasilitator. Evaluasi pembelajaran dilakukan dengan menilai proses dan hasil belajar secara individu maupun kelompok. Pembelajaran kolaboratif memberikan dampak positif terhadap peserta didik, baik pada aspek kognitif berupa peningkatan pemahaman materi, aspek afektif berupa sikap kerja sama, tanggung jawab, dan toleransi, maupun aspek psikomotorik berupa keaktifan dan partisipasi dalam pembelajaran. Dengan demikian, model pembelajaran kolaboratif dinilai efektif dalam mendukung tujuan pembelajaran PAI dan pembentukan karakter peserta didik
Educational Institutions and Religious Identity Polarization: Toward an Educational Anti-Polarization Framework Suwardi; Abdurrahman R. Mala; Tuharso; Hasyim Mahmud Wantu; Firman Sidik; Nur Gamar; Najamuddin Petta Solong
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol. 24 No. 2 (2026): Al Qodiri: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan
Publisher : Universitas Islam KH. Achmad Muzakki Syah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/alqodiri.v24i2.132

Abstract

Religious identity polarization has become an increasingly significant challenge for social cohesion in pluralistic societies. Educational institutions are frequently regarded as strategic spaces for fostering tolerance, promoting intergroup understanding, and preventing the development of exclusionary identities. This study aimed to systematically examine the role of educational institutions in preventing religious identity polarization and to identify the contextual conditions that support the effectiveness of such efforts. A systematic literature review was conducted following the PRISMA framework. Literature searches were performed across Scopus, Web of Science, Google Scholar, and SINTA databases, focusing on studies published between 2019 and 2025. From an initial pool of 284 records, 31 studies met the inclusion criteria and were analyzed using thematic analysis. The findings revealed four interconnected educational mechanisms that contribute to preventing religious identity polarization: inclusive curricula, dialogical pedagogical approaches, heterogeneous educational environments, and digital media literacy. The review also identified five key conditions that enhance effectiveness, namely institutional leadership commitment, educator capacity, policy consistency, family and community involvement, and evidence-based program implementation. Drawing upon Social Identity Theory, Intergroup Contact Theory, Social Capital Theory, and digital polarization perspectives, the study proposes an Educational Anti-Polarization Framework that conceptualizes educational institutions as multilevel systems shaping cognitive, social, pedagogical, and digital dimensions of identity formation. The findings highlight the importance of integrated educational strategies for strengthening social cohesion and fostering inclusive citizenship in increasingly diverse and digitally connected societies.