Rahmad Darmawan
Institut Ilmu Al-Qur’an An-Nur Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Integrasi Teori Neuronsains Perspektif Cajal dan Gardner dalam Mengembangkan Pembelajaran PAI Berbasis Multiple Intelligence An’im Falahudin; Rahmad Darmawan; Alina Rizka Ulfiah; Bagus Mahardika
Al-Khazin: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : PT. Nawa Edukasi Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67864/al-khazin.v1i2.77

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi teori neurosains perspektif Santiago Ramón y Cajal dengan teori Multiple Intelligences Howard Gardner dalam pengembangan strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pemahaman tentang cara kerja otak dan keberagaman kecerdasan peserta didik guna menciptakan pembelajaran yang efektif, menyenangkan, dan bermakna. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, melalui penelaahan berbagai sumber ilmiah berupa buku dan artikel jurnal yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi dan mensintesis gagasan utama terkait hubungan neurosains, neuroplastisitas, dan kecerdasan majemuk dalam konteks pembelajaran PAI. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan strategi pembelajaran berbasis multiple intelligences mampu meningkatkan minat, motivasi, serta keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Integrasi prinsip neurosains dengan multiple intelligences memungkinkan guru merancang pembelajaran yang menyesuaikan potensi, bakat, dan kebutuhan otak peserta didik melalui pendekatan multisensori dan emosional. Dengan demikian, pembelajaran PAI tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan karakter, spiritualitas, dan kecerdasan secara holistik. Penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman tentang cara kerja otak dan keberagaman kecerdasan menjadi kunci dalam mengoptimalkan sistem pendidikan dan strategi pembelajaran PAI yang lebih inklusif dan efektif.