ABSTRACTBackground: Sarcopenia, the progressive loss of muscle mass and strength, and hypertension, characterized by elevated blood pressure, are prevalent health concerns globally. Both conditions are influenced by various factors, including nutritional status. This study aims to analyze the risk factors for sarcopenia and hypertension, focusing on dietary acid load.Objectives: An observational analytic study with a cross-sectional approach was conducted at health centers in Semarang City from February to March 2024. A purposive sampling technique selected 152 participants aged 40-80 years.Methods: Data were collected through interviews, medical records, and physical measurements, including dietary intake, muscle mass, and blood pressure.Results: The results revealed a significant relationship between dietary acid load and sarcopenia (p = 0.036, OR = 1.988), indicating that a high acid load doubles the risk of sarcopenia. However, no significant association was found between dietary acid load and hypertension (p = 0.353, OR = 1.357).Conclusion: These findings suggest that while dietary acid load significantly impacts muscle health, its effect on blood pressure may involve more complex mechanisms. Effective dietary interventions could potentially mitigate the risk of sarcopenia and improve muscle health outcomes. Further research is needed to explore the detailed mechanisms linking dietary acid load and hypertension.Keywords : Sarcopenia; hypertension; dietary acid load, elderly population ABSTRAKLatar belakang: Sarkopenia, hilangnya massa dan kekuatan otot secara progresif, dan hipertensi, yang ditandai dengan tekanan darah tinggi, merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi di seluruh dunia. Kedua kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk status gizi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko sarkopenia dan hipertensi, dengan fokus pada beban asam makanan.Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dilakukan di puskesmas di Kota Semarang dari bulan Februari sampai Maret 2024. Teknik purposive sampling memilih 152 partisipan berusia 40–80 tahun.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara beban asam makanan dan sarkopenia (p = 0,036, OR = 1,988), yang menunjukkan bahwa beban asam yang tinggi menggandakan risiko sarkopenia. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara beban asam makanan dan hipertensi (p = 0,353, OR = 1,357).Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun asupan asam dari makanan berdampak signifikan pada kesehatan otot, efeknya pada tekanan darah mungkin melibatkan mekanisme yang lebih kompleks. Intervensi diet yang efektif berpotensi mengurangi risiko sarkopenia dan meningkatkan hasil kesehatan otot. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme terperinci yang menghubungkan asupan asam dari makanan dan hipertensi.Kata Kunci: Sarkopenia; hipertensi; beban asam pada makanan; populasi lansia