Yulia Nadhira
Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Metafora Drama “Sumur Tanpa Dasar” Karya Arifin C. Noer dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar BIPA Safinatul Hasanah Harahap; Yulia Nadhira
BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol. 14 No. 3 (2025): BASASTRA: JURNAL KAJIAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/3vz75175

Abstract

Penelitian ini berangkat dari urgensi memahami makna kias dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Banyak pembelajar asing mengalami kesulitan dalam menafsirkan bahasa figuratif karena makna metaforis kerap berakar pada pengalaman budaya penutur asli. Drama Sumur Tanpa Dasar karya Arifin C. Noer dipilih sebagai objek penelitian karena memuat metafora-metafora yang merefleksikan pergulatan batin dan spiritual manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk dan makna metafora yang terdapat dalam drama tersebut serta menelaah pemanfaatannya sebagai bahan ajar pemahaman makna kias dalam pembelajaran BIPA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data diperoleh melalui pembacaan mendalam dan pencatatan dialog yang mengandung unsur bahasa kias, kemudian dianalisis berdasarkan konteks dramatik dan makna semantisnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metafora seperti “sumur tanpa dasar”, “kegelapan berdaging”, dan “kepala tak lagi ditopang dada” merepresentasikan kekosongan eksistensial, krisis spiritual, serta ketidakharmonisan antara rasio dan nurani manusia. Hasil analisis ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan ajar BIPA melalui kegiatan pemaknaan kontekstual terhadap bahasa figuratif dan diskusi nilai budaya, sehingga pemahaman metafora tidak hanya memperkaya kompetensi linguistik pembelajar BIPA, tetapi juga memperdalam apresiasi mereka terhadap nilai budaya dan spiritual dalam bahasa Indonesia.