Indira Basalamah
Universitas Wira Bhakti, Makassar, Indonesia

Published : 9 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Hubungan Perilaku Pengendara, Disiplin Pengendara, dan Kelengkapan Kendaraan Terhadap Kepatuhan Berlalu Lintas di Kabupaten Gowa Haslinda Haslinda; Indira Basalamah; Masriadi Patu
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 4: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i4.8391

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis Hubungan Perilaku Pengemudi, Kedisiplinan Pengemudi dan Kelengkapan Kendaraan terhadap Kepatuhan Berlalu Lintas di Kabupaten Gowa. Penentuan sampel menggunakan purposive sampling yaitu sebanyak 100 sampel. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian survei dan pengujian hipotesis menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pengemudi tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan berlalu lintas di Kabupaten Gowa, apalagi tanpa dukungan penegakan hukum dan kesadaran kolektif. Di sisi lain, kedisiplinan pengemudi dan kelengkapan kendaraan menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan. Kedisiplinan pengemudi terbukti menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepatuhan berlalu lintas, sedangkan kelengkapan kendaraan mendorong pengemudi untuk mematuhi aturan demi keselamatan.
Hubungan Lingkungan Kerja, Kepuasan Kerja, dan Beban Kerja Terhadap Kinerja Pegawai di Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa Nurmilawati Nurmilawati; Indira Basalamah; Masriadi Patu
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 4: Mei 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i4.8406

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis secara parsial dan simultan hubungan antara Lingkungan Kerja, Kepuasan Kerja dan Beban Kerja terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Perhubungan Kabupaten Gowa. Populasi sebanyak 87 pegawai dan sampel menggunakan metode sampel jenuh dengan menggunakan seluruh populasi sebagai sampel. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pengujian hipotesis menggunakan metode regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama, Beban Kerja, Lingkungan Kerja, dan Kepuasan Kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Karyawan. Kepuasan Kerja terbukti memiliki pengaruh paling kuat secara parsial, menunjukkan bahwa kepuasan kerja merupakan faktor penting dalam memotivasi karyawan untuk meningkatkan kinerja. Beban Kerja, meskipun juga memiliki pengaruh yang signifikan, namun dampaknya tidak sebesar Kepuasan Kerja. Beban kerja yang dikelola dengan baik dapat meningkatkan produktivitas, namun jika terlalu berlebihan dapat menyebabkan penurunan kinerja. Lingkungan Kerja sendiri, walaupun dalam penelitian ini tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan secara parsial, namun tetap memegang peranan penting jika dipertimbangkan secara bersama-sama dengan variabel lainnya.
Implementasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Bugis Dalam Mewujudkan Peningkatan Kinerja Aparatur Yang Berbasis Pemerintahan Yang Bersih Di Kabupaten Soppeng Andi Fajar Asmari; Indira Basalamah; Nuriaini
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai kearifan lokal Bugis (8M yaitu Macca, Malempu, Magetteng, Makkaritutu, Mawarani, Masagena, Malabo, dan Mappasitinaja) dalam meningkatkan kinerja aparatur berbasis prinsip-prinsip Good Governance guna mewujudkan pemerintahan yang bersih (clean government) di Kabupaten Soppeng. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokus pada instansi pemerintah daerah Kabupaten Soppeng. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tujuh informan representatif di lingkungan birokrasi, dipadukan dengan observasi partisipatif dan non-partisipatif, serta ditunjang oleh data sekunder melalui studi dokumentasi literatur. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis tematik, dan keabsahannya diuji melalui teknik triangulasi sumber. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai 8M berkontribusi positif secara fungsional terhadap pembentukan karakter aparatur yang berintegritas, profesional, dan disiplin. Terdapat keterkaitan sistemik di mana nilai-nilai 8M beroperasi sebagai fondasi etika yang secara langsung mendorong peningkatan kinerja aparatur dan memperkuat penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Keberhasilan implementasi ini didorong oleh keteladanan pimpinan dan budaya organisasi, namun masih dihadapkan pada hambatan seperti intervensi politik, tekanan hierarki organisasi, serta disrupsi digitalisasi. Sebagai sintesis, penelitian ini menghasilkan model konseptual tata kelola kultural (cultural governance). Implikasi dari temuan ini mengisyaratkan perlunya kebijakan pemerintah daerah untuk melembagakan pembinaan kearifan lokal secara formal di lingkungan birokrasi, bukan sekadar menjadikannya imbauan moral. Untuk penelitian di masa depan, direkomendasikan pengujian model ini melalui studi kuantitatif guna mengukur signifikansi dampaknya secara statistik, serta pelaksanaan studi komparatif di wilayah dengan karakteristik sosiokultural yang berbeda.
Analisis Kemampuan Kerja, Lingkungan Kerja Dan Budaya Organisasi Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada Perusahaan Tambang Nikel Pt. Citra Lampia Mandiri) Muh. Azhar Siraj; Indira Basalamah; Nuraini
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kemampuan kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada konteks operasional perusahaan tambang nikel PT Citra Lampia Mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan pengumpulan data primer melalui penyebaran kuesioner kepada 80 karyawan. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik yang meliputi normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sementara itu, budaya organisasi memiliki pengaruh positif, tetapi tidak signifikan secara statistik terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, kemampuan kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 51%. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja karyawan pada sektor pertambangan berisiko tinggi lebih banyak ditentukan oleh kemampuan teknis kerja dan kondisi lingkungan kerja yang mendukung dibandingkan budaya organisasi secara langsung. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur manajemen sumber daya manusia melalui bukti empiris dari sektor pertambangan serta memberikan implikasi praktis bagi manajemen untuk memprioritaskan pengembangan keterampilan teknis, peningkatan kompetensi mekanis, dan penguatan fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan variabel mediasi, seperti komitmen organisasi atau motivasi kerja, guna menguji peran tidak langsung budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja karyawan.
Implementasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Bugis Dalam Mewujudkan Peningkatan Kinerja Aparatur Yang Berbasis Pemerintahan Yang Bersih Di Kabupaten Soppeng Andi Fajar Asmari; Indira Basalamah; Nuriaini
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2580

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai kearifan lokal Bugis (8M yaitu Macca, Malempu, Magetteng, Makkaritutu, Mawarani, Masagena, Malabo, dan Mappasitinaja) dalam meningkatkan kinerja aparatur berbasis prinsip-prinsip Good Governance guna mewujudkan pemerintahan yang bersih (clean government) di Kabupaten Soppeng. Desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan lokus pada instansi pemerintah daerah Kabupaten Soppeng. Pengumpulan data primer dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap tujuh informan representatif di lingkungan birokrasi, dipadukan dengan observasi partisipatif dan non-partisipatif, serta ditunjang oleh data sekunder melalui studi dokumentasi literatur. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode analisis tematik, dan keabsahannya diuji melalui teknik triangulasi sumber. Temuan utama penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai 8M berkontribusi positif secara fungsional terhadap pembentukan karakter aparatur yang berintegritas, profesional, dan disiplin. Terdapat keterkaitan sistemik di mana nilai-nilai 8M beroperasi sebagai fondasi etika yang secara langsung mendorong peningkatan kinerja aparatur dan memperkuat penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Keberhasilan implementasi ini didorong oleh keteladanan pimpinan dan budaya organisasi, namun masih dihadapkan pada hambatan seperti intervensi politik, tekanan hierarki organisasi, serta disrupsi digitalisasi. Sebagai sintesis, penelitian ini menghasilkan model konseptual tata kelola kultural (cultural governance). Implikasi dari temuan ini mengisyaratkan perlunya kebijakan pemerintah daerah untuk melembagakan pembinaan kearifan lokal secara formal di lingkungan birokrasi, bukan sekadar menjadikannya imbauan moral. Untuk penelitian di masa depan, direkomendasikan pengujian model ini melalui studi kuantitatif guna mengukur signifikansi dampaknya secara statistik, serta pelaksanaan studi komparatif di wilayah dengan karakteristik sosiokultural yang berbeda.
Analisis Kemampuan Kerja, Lingkungan Kerja Dan Budaya Organisasi Serta Dampaknya Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus Pada Perusahaan Tambang Nikel Pt. Citra Lampia Mandiri) Muh. Azhar Siraj; Indira Basalamah; Nuraini
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2581

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kemampuan kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan pada konteks operasional perusahaan tambang nikel PT Citra Lampia Mandiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan pengumpulan data primer melalui penyebaran kuesioner kepada 80 karyawan. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah melalui uji validitas, reliabilitas, dan uji asumsi klasik yang meliputi normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Sementara itu, budaya organisasi memiliki pengaruh positif, tetapi tidak signifikan secara statistik terhadap kinerja karyawan. Secara simultan, kemampuan kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan dengan nilai koefisien determinasi sebesar 51%. Temuan ini menunjukkan bahwa kinerja karyawan pada sektor pertambangan berisiko tinggi lebih banyak ditentukan oleh kemampuan teknis kerja dan kondisi lingkungan kerja yang mendukung dibandingkan budaya organisasi secara langsung. Penelitian ini memberikan kontribusi pada literatur manajemen sumber daya manusia melalui bukti empiris dari sektor pertambangan serta memberikan implikasi praktis bagi manajemen untuk memprioritaskan pengembangan keterampilan teknis, peningkatan kompetensi mekanis, dan penguatan fasilitas keselamatan dan kesehatan kerja. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan variabel mediasi, seperti komitmen organisasi atau motivasi kerja, guna menguji peran tidak langsung budaya organisasi dalam meningkatkan kinerja karyawan.
Efektivitas Kinerja SDM dalam Mendukung Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 67 Pangkajene Kepulauan Marwah; Tenriwaru; Indira Basalamah
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57178/paradoks.v9i3.2582

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan efektivitas kinerja sumber daya manusia (SDM) dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 67 Pangkajene Kepulauan. Sumber daya manusia yang terdiri atas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pendidikan, khususnya dalam mewujudkan layanan pendidikan yang berkualitas bagi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 67 Pangkajene Kepulauan. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling jenuh sehingga seluruh populasi dijadikan sebagai responden penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan program Statistical Package for the Social Sciences (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas kinerja SDM berada pada kategori sangat efektif dengan rata-rata persentase sebesar 85,5%. Indikator disiplin kerja memperoleh nilai tertinggi sebesar 88,2%, diikuti oleh tanggung jawab sebesar 87,1%, kualitas kerja sebesar 86,4%, kerja sama sebesar 85,8%, ketepatan waktu sebesar 84,6%, kuantitas kerja sebesar 83,7%, serta kreativitas dan inovasi sebesar 82,9%. Sementara itu, mutu pendidikan berada pada kategori sangat baik dengan rata-rata persentase sebesar 86,0%, yang ditunjukkan oleh tingginya kualitas pembelajaran, pelayanan pendidikan, prestasi peserta didik, kepuasan stakeholder, dan efektivitas pengelolaan sekolah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa efektivitas kinerja SDM mendukung peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 67 Pangkajene Kepulauan. Semakin efektif kinerja tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, maka semakin optimal pula mutu pendidikan yang dihasilkan. Oleh karena itu, pengembangan kompetensi, peningkatan disiplin kerja, penguatan budaya organisasi, serta peningkatan profesionalisme SDM perlu dilakukan secara berkelanjutan guna mendukung tercapainya tujuan pendidikan yang berkualitas.
Determinasi Kinerja Pegawai: Peran Disiplin Kerja, Kepuasan Kerja Dan Pengembangan Karir Di Dinas Perhubungan Kota Makassar Sansibar; Indira Basalamah; Sitti Murniati
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menjelaskan pengaruh disiplin kerja, kepuasan kerja, dan pengembangan karir terhadap kinerja pegawai, baik secara parsial maupun simultan pada Dinas Perhubungan Kota Makassar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kinerja aparatur sipil negara dalam mewujudkan pelayanan publik yang efektif, efisien, dan akuntabel. Disiplin kerja, kepuasan kerja, dan pengembangan karir dipandang sebagai faktor-faktor strategis yang dapat memengaruhi pencapaian kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian explanatory research. Penelitian dilaksanakan pada Dinas Perhubungan Kota Makassar dengan subjek penelitian seluruh pegawai yang menjadi responden penelitian. Sumber data terdiri atas data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner dan data sekunder yang diperoleh dari dokumen organisasi serta berbagai referensi ilmiah yang relevan. Jumlah sampel penelitian sebanyak 88 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokuemntasi dan kuesioner. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert lima poin yang telah memenuhi persyaratan validitas, ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi setiap butir pertanyaan lebih besar dari nilai kritis (r hitung > r tabel), serta reliabilitas, yang ditunjukkan oleh nilai Cronbach's Alpha > 0,70 untuk seluruh variabel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif, uji kualitas data, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji parsial (uji t), uji simultan (uji F), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin kerja dan kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai Dinas Perhubungan Kota Makassar, sedangkan pengembangan karir berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara simultan, disiplin kerja, kepuasan kerja, dan pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai memerlukan pengelolaan sumber daya manusia secara terpadu melalui penguatan disiplin kerja, peningkatan kepuasan kerja, dan pengembangan karir yang berkelanjutan. Oleh karena itu, Dinas Perhubungan Kota Makassar disarankan untuk memperkuat budaya disiplin, meningkatkan kepuasan kerja melalui sistem penghargaan yang adil dan lingkungan kerja yang kondusif, serta mengoptimalkan program pengembangan karir melalui pendidikan, pelatihan, dan jalur karir yang transparan guna mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik.
Determinan Produktivitas Kerja Karyawan: Pengaruh Motivasi Kerja, Lingkungan Kerja, Dan Beban Kerja Pada PT. Midi Utama Indonesia, Tbk Cabang Gowa Astri Widya Ramadhani; Indira Basalamah; Sitti Murniati
Paradoks : Jurnal Ilmu Ekonomi Vol. 9 No. 3 (2026): Mei - Juli
Publisher : Fakultas Ekonomi, Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan beban kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. Midi Utama Indonesia, Tbk Cabang Gowa, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan produktivitas kerja sebagai faktor penentu keberhasilan perusahaan ritel dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin kompetitif. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia, khususnya mengenai determinan produktivitas kerja, serta menjadi dasar bagi perusahaan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan sumber daya manusia yang lebih efektif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian eksplanatori (explanatory research). Lokasi penelitian adalah PT. Midi Utama Indonesia, Tbk Cabang Gowa dengan sampel sebanyak 44 data yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh (census sampling). Data primer diperoleh melalui penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi perusahaan dan studi literatur. Instrumen penelitian menggunakan skala Likert lima poin yang telah memenuhi uji validitas (seluruh item memiliki nilai r hitung > r tabel) dan uji reliabilitas (Cronbach's Alpha > 0,70). Analisis data dilakukan menggunakan analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji parsial (t), uji simultan (F), dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja dan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan, sedangkan beban kerja berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap produktivitas kerja. Secara simultan, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan beban kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan. Motivasi kerja merupakan variabel yang paling dominan dalam meningkatkan produktivitas kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan produktivitas kerja memerlukan pengelolaan motivasi, penciptaan lingkungan kerja yang kondusif, serta pengelolaan beban kerja yang proporsional. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penyusunan kebijakan sumber daya manusia yang berorientasi pada peningkatan motivasi dan kualitas lingkungan kerja. Penelitian selanjutnya disarankan menambahkan variabel lain, seperti kepemimpinan, kompensasi, atau kepuasan kerja, serta memperluas objek penelitian agar hasil yang diperoleh memiliki tingkat generalisasi yang lebih baik.