Rara Annisaur Rosyidah
Departemen Biokimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Institut Pertanian Bogor, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Jawa Barat, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Inovasi Pangan Berbasis Tempe sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat untuk Tumbuh Kembang Anak Menuju Indonesia Emas 2045 Rini Kurniasih; Mega Safithri; Laksmi Ambarsari; Popi Asri Kurniatin; Ukhradiya Magharaniq Safira Purwanto; Dimas Andrianto; Syamsul Falah; Rara Annisaur Rosyidah; Maheswari Alfira Dwicesaria; Martini Hudayanti; Ayu Lestari; Syabilla Aulia Rahman; Anggita Aziz Pratiwi; Rahmadhani Ambarsavitri
Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 12 No. 1 (2026): Qardhul Hasan: Media Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/qh.v12i1.22074

Abstract

Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045, dengan prevalensi stunting nasional yang masih mencapai 19,8% pada tahun 2024. Peningkatan gizi sejak dini melalui pangan lokal bergizi tinggi seperti tempe, sebagai sumber protein nabati, merupakan solusi yang efektif. Program pemberdayaan masyarakat di Desa Cipalaha, Garut, melibatkan ibu dengan anak usia 0–5 tahun, ibu hamil, serta kader Posyandu dan PKK. Kegiatan meliputi penilaian status gizi anak, edukasi gizi dan stunting, pelatihan pembuatan nugget tempe dan sari kedelai, serta evaluasi melalui kuesioner orang tua, wawancara, dan uji organoleptik. Hasil menunjukkan 24% balita tergolong pendek atau sangat pendek, dan seluruh anak di atas lima tahun memiliki berat badan kurang, menandakan kekurangan energi kronis. Tingkat pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan orang tua berpengaruh kuat terhadap risiko stunting. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan motivasi peserta dalam memproduksi serta mengonsumsi olahan tempe bergizi tinggi dengan tingkat penerimaan yang baik. Temuan ini menegaskan pentingnya inovasi pangan lokal dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan anak dan tujuan Indonesia Emas 2045.