Abstract. The integration of waste management systems into village tourism business models is essential for sustainable tourism development. Jalatrang Tourism Village in Cipaku District, Ciamis Regency, has developed various edu-tourism attractions under the theme of environmentally-aware integrated agriculture, culture and nature tourism. However, waste management remains a significant challenge. This study aims to formulate a concept for integrating waste management into the tourism business model of Kampung Bungur. The research employs a qualitative deductive approach using the Circular Business Model Canvas (CBMC) framework by Lewandowski (2015), adapted from the Business Model Canvas (BMC). Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation, and analyzed using Miles and Huberman interactive analysis, supported by NVivo 12 source triangulation. The results show that waste management can be systematically embedded into all nine CBMC elements through a zero waste tourism concept. Key interventions include: constructing an integrated waste bank, installing a WWTP for batik production, providing refill stations, supplying separated waste bins, and offering zero waste trip packages. This integration not only transforms waste into economic value through compost, eco-enzyme, and recycled souvenirs, but also differentiates Kampung Bungur as an eco-tourism destination aligned with the Triple Bottom Line principles (People, Planet, Profit). Abstrak. Integrasi sistem pengelolaan sampah ke dalam model bisnis pariwisata desa merupakan kebutuhan mendesak dalam pengembangan wisata berkelanjutan. Desa Wisata Jalatrang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, mengembangkan berbagai atraksi eduwisata berbasis pertanian, budaya, dan alam. Namun, pengelolaan sampah masih menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep integrasi sistem pengelolaan sampah ke dalam model bisnis pariwisata Eduwisata Kampung Bungur. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deduktif menggunakan kerangka Circular Business Model Canvas (CBMC) Lewandowski (2015) yang diadaptasi dari Business Model Canvas (BMC). Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode analisis interaktif Miles dan Huberman dengan dukungan triangulasi sumber menggunakan NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat diintegrasikan secara sistematis ke dalam seluruh sembilan elemen CBMC melalui konsep zero waste tourism. Intervensi utama meliputi pembangunan bank sampah terintegrasi, instalasi IPAL eduwisata ngabatik, penyediaan refill station, pengadaan tempat sampah terpilah, dan paket zero waste trip. Integrasi ini tidak hanya mengubah sampah menjadi nilai ekonomi melalui kompos, eco-enzyme, dan produk daur ulang, tetapi juga memposisikan Kampung Bungur sebagai destinasi ekowisata yang sejalan dengan prinsip Triple Bottom Line (People, Planet, Profit).