Natalius Andriyanto
Sekolah Tinggi Filsafat teologi Widya Sasana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

“Kabur Aja Dulu”: Kekecewaan Generasi Muda Indonesia Terhadap Tekanan Situasi Dalam Negeri dan Upaya Transformasi Diri Sebagai Gerakan Perubahan Natalius Andriyanto
Jurnal Pengabdian Vokasi Vol 4, No 2 (2025): November 2025
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpv.2025.26522

Abstract

Tulisan ini berfokus pada fenomena tagar #KaburAjaDulu yang cukup viral di kalangan masyarakat Indonesia terkhusus pada kalangan generasi muda. Tagar #KaburAjaDulu sudah menjadi isu hangat sejak awal 2025 dan muncul sebagai keresahan dan kekhawatiran akan keadaan Indonesia yang sampai saat ini sedang tidak baik-baik saja entah karena kesenjangan sosial yang masih belum terselesaikan, kebijakan-kebijakan kontroversial berbungkus kepentingan yang ditetapkan oleh pemerintah yang cenderung bersikap anti-kritik, dan masalah-masalah lainnya yang memengaruhi perkembangan hidup dan kesejahteraan generasi muda. Tulisan ini juga menggunakan metode pendekatan kualitatif: studi atas fenomena trend #KaburAjaDulu yang kemudian dilihat lagi melalui studi literatur mengenai gagasan-gagasan filsafat tentang manusia dan psikologis usia generasi muda. Melalui tulisan ini, hal yang dapat penulis temukan adalah bahwa jika generasi muda adalah tonggak pembangunan negara, maka sudah seharusnya negara menjamin kesejahteraan hidup mereka dan mendukung pengembangan potensialitas mereka sehingga mereka dapat berkembang secara ideal dalam rentang usia mudanya. Namun, keadaan yang penuh kecarut-marutan ini mendorong mereka untuk kabur ke luar negeri karena beranggapan bahwa mereka akan lebih berkembang dan hidupnya terjamin ketika berada dan bekerja di luar negeri. Maka, tentunya untuk mengupayakan suatu perubahan diperlukan adanya transformasi diri terutama transformasi kesadaran dan mentalitas manusia sebagaimana kodratnya sebagai manusia. Dengan kesadaran dan mentalitas yang tertransformasi ini akan menjadi bekal untuk menuju ke transformasi situasi dan keadaan yang ada di luar diri manusia.