Ika Meika
Universitas Mathla'ul Anwar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analyzing Learning Obstacles in Differential Calculus: A Case Study of Pre-Service Mathematics Teachers in Indonesian Regional University Ika Meika; Nenden Suciyati Sartika; Asep Sujana
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 14 No. 3 (2025): July
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v14i3.2234

Abstract

Mahasiswa sering mengalami kesulitan dalam perkuliahan kalkulus diferensial. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik dari kesulitan belajar kalkulus diferensial pada mahasiswa calon guru matematika. Metode penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan 39 mahasiswa dari dua Perguruan Tinggi Swasta di Banten, Indonesia. Data dikumpulkan melalui tes kesulitan belajar, wawancara, fokus grup diskusi (FGD) dan studi dokumen, dianalisis dengan teknik identifikasi, klarifikasi, reduksi, dan verifikasi secara naratif. Temuan penelitian menunjukkan 81% mahasiswa mengalami kesulitan pada aspek ontologis, 86% pada aspek didaktis, dan 73% pada aspek epistemologis. Solusi yang muncul dari wawancara dan FGD berupa kebutuhan mahasiswa terhadap buku sumber belajar yang interaktif dengan adanya elemen digital seperti video pembelajaran dan akses barcode. Pengembangan desain e-didaktis yang mengintegrasikan media digital ini tidak hanya membantu mengurangi hambatan belajar mahasiswa, tetapi juga berpotensi meningkatkan pemahaman konseptual sekaligus kemampuan aplikatif mereka dalam kalkulus diferensial. Learning obstacle ini menjadi pertimbangan bagi dosen dalam merancang desain e-didaktis pada kalkulus diferensial. Students often face challenges in differential calculus lectures. The purpose of this study was to analyze the characteristics of learning obstacles in differential calculus. The research employed a qualitative descriptive approach involving 39 students from two private universities in Banten, Indonesia. Data were collected through learning obstacle tests, interviews, focus group discussions (FGDs), and document studies, then analyzed using identification, clarification, reduction, and verification techniques in a narrative manner. The findings revealed that 81% of students experienced difficulties in the ontological aspect, 86% in the didactic aspect, and 73% in the epistemological aspect of differential calculus. Interviews and FGDs further confirmed the existence of these obstacles and explored potential solutions. One solution that emerged was the need for interactive learning resources incorporating digital elements such as instructional videos and barcode access. The implication of these findings indicates that developing an e-didactic design integrating digital media not only helps reduce students’ learning obstacles but also has the potential to enhance their conceptual understanding and applicative skills in differential calculus. Overall, these learning obstacles provide important considerations for lecturers in designing effective e-didactic materials for differential calculus courses.
DEVELOPING LOCAL INSTRUCTION THEORY FOR LEARNING PERMUTATION USING REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION Ika Meika; Asep Sujana
Euclid Vol 11 No 4 (2024)
Publisher : Lembaga Penelitian Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/e.v11i4.12148

Abstract

Permutation is fundamental topic in combinatorics that support students’ understanding of probability, statistics, and mathematical reasoning. However, many students experience difficulties in distinguishing permutation from combination and in applying counting principles in contextual situations. This study aims to develop a local instruction theory (LIT) for learning permutation based on the Realistic Mathematics Education (RME) approach. The research employed design research consisting of three phases: preliminary design, teaching experiment, and retrospective analysis. The participants were senior high school students in Indonesia. Data were collected through observations, student worksheet, interviews, and classroom documentation. The results indicate that the developed learning trajectory supports students in constructing permutation concepts gradually from informal strategies toward formal mathematical representation. The learning trajectory includes contextual exploration, modelling using diagrams and tables, pattern recognition, generalization, and application of permutation formulas. The findings suggest that the developed LIT can facilitate students’ conceptual understanding and mathematical modelling abilities. This study contributes to mathematics education research by providing a theoretically grounded instructional design for teaching permutation.
Local Instruction Theory dalam Realistic Mathematics Education: Systematic Literature Review untuk Pengembangan Desain Pembelajaran Matematika Ika Meika; Asep Sujana
JNPM (Jurnal Nasional Pendidikan Matematika) Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/jnpm.v8i1.12147

Abstract

Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran matematika umumnya menitikberatkan pada peningkatan hasil belajar kognitif, sementara kajian empiris yang mengkaji perannya dalam manajemen kelas masih terbatas, khususnya pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan manajemen kelas matematika setelah penerapan media pembelajaran berbasis AI. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pretest–posttest dengan melibatkan 28 siswa SMP sebagai sampel. Data dikumpulkan melalui angket manajemen kelas yang mencakup dimensi keterlibatan siswa, disiplin kelas, dan pengaturan aktivitas pembelajaran, kemudian dianalisis menggunakan paired samples t-test serta perhitungan effect size (Cohen’s d). Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan pada manajemen kelas setelah intervensi AI, ditunjukkan oleh perbedaan skor pretest (M= 47,71; SD = 7,54) dan posttest (M = 88,54; SD = 7,82), dengan t(27) = −20,81 dan p<0,001. Nilai Cohen’s d = 3,93 mengindikasikan besaran efek yang sangat besar. Secara ilmiah, penelitian ini memperluas pemahaman mengenai peran AI dalam aspek pedagogis non-kognitif. Secara praktis, temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis AI berpotensi membantu guru matematika SMP dalam menciptakan manajemen kelas yang lebih terstruktur dan kondusif.