Kajian ini secara sistematis menelaah penelitian-penelitian tentang pembelajaran numerasi kontekstual yang memanfaatkan konteks budaya dan pariwisata pada jenjang sekolah dasar, serta menganalisis implikasinya bagi pengembangan pembelajaran numerasi pada konteks pariwisata Muara Enim. Pembelajaran numerasi kontekstual memungkinkan siswa menghubungkan konsep matematis dengan situasi nyata sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan. Systematic Literature Review (SLR) dilakukan menggunakan kerangka kerja PRISMA melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi. Pencarian pada Google Scholar, ERIC, DOAJ, ScienceDirect, dan Garuda menggunakan kata kunci terkait numerasi, pembelajaran kontekstual, etnomatematika, dan pembelajaran berbasis pariwisata menghasilkan 426 studi awal. Setelah menerapkan kriteria inklusi publikasi tahun 2019–2024, fokus pada sekolah dasar, konteks budaya atau pariwisata, serta metode empiris atau pengembangan, sebanyak 28 studi dianalisis. Temuan menunjukkan bahwa pembelajaran numerasi berbasis konteks budaya dan pariwisata secara konsisten memperkuat pemahaman konsep, penalaran matematis, dan motivasi belajar peserta didik. Berdasarkan hasil sintesis tersebut, konteks pariwisata budaya Muara Enim, seperti tradisi melemang diidentifikasi memiliki potensi kuat sebagai sumber konteks autentik untuk pembelajaran numerasi. This study systematically reviews research on contextual numeracy learning that integrates cultural and tourism-based contexts at the elementary school level and examines its implications for numeracy learning within the tourism context of Muara Enim. Contextual numeracy learning enables students to connect mathematical concepts with real-life situations, thereby making learning more meaningful and relevant. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted using the PRISMA framework, encompassing the stages of identification, screening, eligibility assessment, and inclusion. Searches across Google Scholar, ERIC, DOAJ, ScienceDirect, and Garuda using keywords related to numeracy, contextual learning, ethnomathematics, and tourism-based learning yielded 426 initial studies. After applying inclusion criteria publications from 2019–2024, elementary education focus, cultural or tourism contexts, and empirical or developmental methods 28 studies were included for analysis. The findings indicate that numeracy learning grounded in cultural and tourism contexts consistently enhances conceptual understanding, mathematical reasoning, and student motivation. Based on this synthesis, the cultural tourism context of Muara Enim, particularly the melemang tradition, is identified as a promising and authentic context for contextual numeracy learning.