Penelitian ini mengkaji dampak aplikasi BRImo terhadap layanan perbankan pada Bank rakyat indonesia,ditengah transformasi digital yang mengurangi antrian teller dan CS akibat migrasi transaksi sederhana ke platform digital.latar belakang penelitian ini didasari oleh perkembangan digitalisasi perbankan yang meningkatkan efisiensi ,kualitas layanan,kemudahan penggunaan,serta menghadapi tantangan seperti rendahnya literasi digital,Risiko keamanan data,ketidakmerataan infrastruktur teknologi diindonesia.tujuan utamanya adalah mengeksplorasi pengaruh brimo terhadap efisiensi oprasional cabang serta loyalitas nasabah dan strategi mitigasi hambatan adobsi. Pendekatan metode bersifat deskriptif kualitatif dengan analisis konten data sekunder dari studi kasus transformasi digital BRI, laporan operasional, serta survei kepuasan nasabah. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa BRImo berhasil mengurangi volume transaksi sederhana di teller hingga 27,78%, sehingga merealokasi sumber daya untuk layanan bernilai tinggi seperti konsultasi kredit; dimensi SERVQUAL (efisiensi, keandalan, personalisasi) berpengaruh positif signifikan terhadap kepuasan (koefisien 0,836, p<0,001) dan loyalitas nasabah (efek tidak langsung 0,422); sementara kemudahan antarmuka dan fitur kontrol transaksi memperkuat retensi pengguna. Tantangan dominan mencakup literasi digital rendah pada kelompok lansia dan pedesaan, serangan siber (phishing), serta konektivitas jaringan tidak stabil. Temuan ini krusial bagi BRI dalam memperkuat strategi digitalisasi, meningkatkan daya saing melawan fintech, dan memastikan inklusi keuangan berkelanjutan di Indonesia.