Volatilitas harga komoditas, biaya operasional yang tinggi, dan meningkatnya kesadaran lingkungan semuanya menjadi kendala bagi kemampuan perusahaan pertambangan untuk menghasilkan laba. Untuk tetap bertahan di tengah tantangan-tantangan ini, perusahaan harus menguasai seni pengelolaan keuangan dan lingkungan yang berkelanjutan. Meskipun demikian, penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwasanya sebagian besar model penelitian komprehensif masih mengabaikan komponen-komponen kunci, termasuk struktur modal, likuiditas, efisiensi biaya, dan akuntansi hijau. Perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020 hingga 2024 akan diteliti melalui struktur modal, likuiditas, efisiensi biaya, dan akuntansi hijau mereka untuk menentukan pengaruhnya terhadap profitabilitas. Metodologi yang dipergunakan adalah teknik kuantitatif berdasarkan pendekatan kausal. Sampel terdiri dari 13 perusahaan pertambangan dengan 65 pengamatan, yang dipilih menggunakan teknik sampling purposif. Penulis mempergunakan analisis regresi linier berganda SPSS untuk menarik kesimpulan dari data sekunder yang penulis kumpulkan dari laporan tahunan perusahaan-perusahaan tersebut. Berdasarkan temuan, akuntansi hijau dan efisiensi biaya memang berdampak pada profitabilitas, sedangkan likuiditas dan struktur modal tidak. Semua variabel independen juga memperlihatkan dampak yang signifikan terhadap profitabilitas. Keputusan manajemen dan penelitian di masa depan sebaiknya mempertimbangkan hasil ini, karena hasil tersebut memperlihatkan pentingnya pengelolaan biaya dan pertimbangan lingkungan dalam meningkatkan profitabilitas perusahaan pertambangan.