Dinah Adawiyah
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Expressions of Children with Autism while Learning and Interacting in a Non-Formal Learning Environment with Other Children with Special Needs Dinah Adawiyah; Yahdinil Firda Nadirah
Psikologi Prima Vol. 8 No. 2 (2025): Psikologi Prima
Publisher : unprimdn.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/psychoprima.v8i2.7781

Abstract

This study aims to describe the learning behavior and expressions of children with autism during learning activities and interactions in the non-formal Widya Wicara educational environment. The research subject was one child with autism with one companion as the main informant. The study used a descriptive qualitative approach through direct observations and structured interviews lasting 45 minutes with the companion. Data were analyzed using the Miles and Huberman descriptive analysis technique which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that the learning behavior of children with autism is strongly influenced by rapid mood swings and sensory sensitivity to the surrounding environment. Children tend to have difficulty maintaining focus and only respond to instructions or greetings when in a stable emotional state. When showing negative expressions such as rejection or tantrums, companions need to provide flexible responses and adapt to the children's needs to prevent emotional escalation. The non-formal educational environment provides a more conducive, flexible space and does not demand the achievement of specific academic targets, so children can learn and interact at their own pace, comfort, and readiness. Thus, non-formal learning is an effective approach in supporting the development of behavior, social interaction, and learning expressions of children with autism.
KYAI DAN PENGETAHUAN INDIGENOUS: UPAYA PELESTARIAN DI TENGAN ARUS MODERNISASI Dinah Adawiyah; Nazwatul Aliya; Misbahul Ramdhani; Muhammad Faiz Mubtadi; Agus Sukirno
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 Nomor 02, Juni 2026 Published
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13655

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pengetahuan indigenous, nilai-nilai pesantren, dan sosok kyai dalam melestarikan budaya serta memberikan layanan bimbingan dan konseling di tengah dinamika perubahan sosial akibat modernisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam kepada seorang ustadz yang telah menetap selama 35 tahun di wilayah Rangkasbitung Banten, serta memahami seluk-beluk budaya dan kehidupan masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan indigenous atau kearifan lokal merupakan sistem nilai, pengetahuan, dan praktik yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, bersifat dinamis dan adaptif, sehingga mampu bertahan meski wujud fisik dan gaya hidup telah terpengaruh kemajuan zaman. Prinsip budaya seperti pepatah “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung” menjadi landasan multikulturalisme dalam menjaga kerukunan dan komunikasi antarbudaya. Dalam konteks bimbingan dan konseling, pendekatan indigenous yang diterapkan mengutamakan empati, pemahaman konteks budaya, serta integrasi nilai agama dan kearifan lokal, yang menjadikan proses bantuan lebih relevan, bermakna, dan mudah diterima oleh masyarakat. Lebih lanjut, peran pesantren dan sosok kyai sangat strategis sebagai penjaga nilai, penyeimbang dampak modernisasi, serta pusat pembentukan karakter dengan nilai kesederhanaan, keikhlasan, dan toleransi. Artikel ini menyimpulkan bahwa sinergi antara pengetahuan indigenous, nilai pesantren, dan kepemimpinan kyai menjadi kekuatan utama dalam menjaga identitas budaya, menyelesaikan masalah sosial, serta melestarikan nilai luhur di tengah arus modernisasi dan pengaruh budaya asing.