Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita melalui edukasi dan pendampingan maternal serta mengidentifikasi hubungan antara faktor maternal (pengetahuan, sikap, dan tingkat pendidikan ibu) serta status gizi balita dengan risiko kelainan tumbuh kembang di wilayah kerja Puskesmas Sekupang. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap 40 ibu yang memiliki balita. Kegiatan meliputi pemeriksaan status gizi balita, penyuluhan mengenai deteksi dini kelainan tumbuh kembang, gizi seimbang, stimulasi sesuai usia, demonstrasi penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta pendampingan maternal. Evaluasi dilakukan melalui pengumpulan data karakteristik responden dan analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berusia 30–32 tahun (55,0%), berpendidikan SMP dan SMA (masing-masing 32,5%), serta berprofesi sebagai ibu rumah tangga (57,5%). Sebagian besar balita memiliki status gizi normal (67,5%), namun masih ditemukan balita dengan gizi kurang (27,5%) dan gizi buruk (5,0%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan ibu (p = 0,012), sikap ibu (p = 0,010), tingkat pendidikan ibu (p = 0,018), dan status gizi balita (p = 0,025) berhubungan secara signifikan dengan risiko kelainan tumbuh kembang balita. Simpulan pengabdian ini adalah edukasi dan pendampingan maternal efektif memperkuat kapasitas ibu dalam pemantauan pertumbuhan, pemberian stimulasi, dan pemenuhan gizi balita sehingga mendukung upaya deteksi dini serta pencegahan risiko kelainan tumbuh kembang melalui kolaborasi antara keluarga, kader Posyandu, dan Puskesmas.