Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RESIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKUPANG KOTA BATAM TAHUN 2025 Mastiur Lumban Tobing
Journal of Public Health Science Vol. 2 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v2i4.3562

Abstract

Stunting merupakan gangguan pertumbuhan fisik yang ditandai dengan penurunan kecepatan pertumbuhan dan merupakan dampak dari ketidakseimbangan gizi (Losong dan Andriani 2022). Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian stunting pada balita di wilayah kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam dengan jumlah sampel yaitu 279 responden. Hasil analisis statistik dengan menggunakan uji Chi Squer diperoleh nilai P value = 0,001 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa adanya Hubungan Pengetahuan dengan Stunting pada balita, nilai P value = 0,003 < 0,05 ada Hubungan Sikap dengan Stunting pada Balita, P value = 0,002 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa adanya Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Stunting pada Balita, P value = 0,026 < 0,05 ada Hubungan Pekerjaan Ibu dengan Stunting pada Balita, P value = 0,000 < 0,05 ada Hubungan Tingkat Pendapatan dengan Stunting pada Balita, nilai P value = 0,001 < 0,05 ada Hubungan Akses Sarana Kesehatan dengan Stunting pada Balita, dan nilai P value = 0,012 < 0,05 hal ini menunjukkan bahwa adanya Hubungan Sanitasi Lingkungan dengan Stunting pada Balita. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menambah pengetahuan ibu balita yang ada di Wilayah Kerja Puskesmas Sekupang Kota Batam tentang faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya stunting pada balita.
DENTIFICATION OF MATERNAL FACTORS AND NUTRITIONAL STATUS ON THE RISK OF GROWTH AND DEVELOPMENT DISORDERS OF TODDLERS IN THE WORKING AREA OF THE SEKUPANG HEALTH CENTER IN 2026 Mastiur Lumban Tobing; Netti Brahmana
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v3i2.4316

Abstract

This study aimed to identify the relationship between maternal knowledge, maternal attitudes, maternal educational level, and toddlers’ nutritional status with the risk of growth and developmental disorders among toddlers in the working area of the Sekupang Health Center, Batam City, in 2026. The study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach involving 40 mother–toddler pairs selected using an accidental sampling technique. Primary data were collected through structured questionnaires, anthropometric measurements, and child health records. Data were analyzed using univariate analysis to describe respondent characteristics and Chi-square tests to examine the relationships between the independent and dependent variables at a significance level of 0.05. The results showed that most mothers had a moderate level of knowledge (75%), negative attitudes toward child growth and development (60%), elementary or senior high school educational backgrounds (35% each), and most toddlers had normal nutritional status (67.5%). Bivariate analysis indicated that maternal knowledge (p = 0.012), maternal attitude (p = 0.010), maternal educational level (p = 0.018), and toddlers’ nutritional status (p = 0.025) were significantly associated with the risk of growth and developmental disorders among toddlers. In conclusion, maternal factors and toddlers’ nutritional status are important determinants of the risk of growth and developmental disorders, highlighting the need to strengthen maternal health education, improve positive parenting attitudes, and optimize nutritional interventions through primary health care services to support optimal child growth and development.
EDUKASI DAN PENDAMPINGAN MATERNAL DALAM PENCEGAHAN RISIKO KELAINAN TUMBUH KEMBANG BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SEKUPANG Mastiur Lumban Tobing; Netti Brahmana
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 3 (2026): Juni
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i3.4317

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu balita melalui edukasi dan pendampingan maternal serta mengidentifikasi hubungan antara faktor maternal (pengetahuan, sikap, dan tingkat pendidikan ibu) serta status gizi balita dengan risiko kelainan tumbuh kembang di wilayah kerja Puskesmas Sekupang. Metode pengabdian yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi terhadap 40 ibu yang memiliki balita. Kegiatan meliputi pemeriksaan status gizi balita, penyuluhan mengenai deteksi dini kelainan tumbuh kembang, gizi seimbang, stimulasi sesuai usia, demonstrasi penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) dan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), serta pendampingan maternal. Evaluasi dilakukan melalui pengumpulan data karakteristik responden dan analisis hubungan menggunakan uji Chi-Square. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar peserta berusia 30–32 tahun (55,0%), berpendidikan SMP dan SMA (masing-masing 32,5%), serta berprofesi sebagai ibu rumah tangga (57,5%). Sebagian besar balita memiliki status gizi normal (67,5%), namun masih ditemukan balita dengan gizi kurang (27,5%) dan gizi buruk (5,0%). Analisis bivariat menunjukkan bahwa pengetahuan ibu (p = 0,012), sikap ibu (p = 0,010), tingkat pendidikan ibu (p = 0,018), dan status gizi balita (p = 0,025) berhubungan secara signifikan dengan risiko kelainan tumbuh kembang balita. Simpulan pengabdian ini adalah edukasi dan pendampingan maternal efektif memperkuat kapasitas ibu dalam pemantauan pertumbuhan, pemberian stimulasi, dan pemenuhan gizi balita sehingga mendukung upaya deteksi dini serta pencegahan risiko kelainan tumbuh kembang melalui kolaborasi antara keluarga, kader Posyandu, dan Puskesmas.