M. Afif Rijal Husni
Universitas Noor Huda Mustofa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI MINIMUM DATASET RIWAYAT KELUARGA PADA REKAM MEDIS ELEKTRONIK SEBAGAI DASAR DETEKSI DINI PENYAKIT GENETIK Rulisiana; M. Afif Rijal Husni; Dimas Aulia Savitri; Angga Ferdianto
Journal of Public Health Science Vol. 3 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Yayasan Nuraini Ibrahim Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70248/jophs.v3i1.3571

Abstract

Electronic Medical Records (EMR) play a crucial role in supporting healthcare services and clinical decision-making, yet family history recording remains unstructured and underutilized in healthcare practice. This situation necessitates the identification of the most essential family history data elements to ensure more focused, consistent, and applicable recording. This study aims to identify a minimum family history dataset in EMR as a basis for early detection of genetic diseases. The research method used was a two-round Delphi method involving a 15-member expert panel consisting of clinicians, senior medical records personnel, and medical records experts. The results showed that in the first round of the Delphi, of the 15 initial family history elements evaluated, 12 elements met the context, while 3 elements were excluded because they were deemed inadequate for consistent recording. Two additional elements emerged based on input from the panel of experts. In the second Delphi round, all 14 evaluated elements reached consensus with a median value ≥ 4 and an IQR ≤ 1. These elements include family structure, family disease history, and genetic patterns and risks that are considered clinically important and relevant to daily healthcare practice. This study resulted in 14 minimum elements of a family history dataset that can be used as a conceptual basis for the development or integration of more structured family history recording into an EMR system to support early detection of genetic diseases.
ANALISIS TINGKAT KEPUASAN MASYARAKAT TERHADAP PELAYANAN KESEHATAN MENGGUNAKAN METODE INDEKS KEPUASAN MASYARAKAT (IKM) Rulisiana Widodo; Angga Ferdianto; Dimas Aulia Savitri; Rizka Kurniawati; M. Afif Rijal Husni; Ianatul Uliya
Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia (JIKI) Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pelayanan kesehatan merupakan bentuk pelayanan publik yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Kualitas pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam menentukan tingkat kepuasan masyarakat sebagai pengguna layanan kesehatan. Pengukuran kepuasan masyarakat melalui metode Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) diperlukan sebagai bentuk evaluasi kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan menggunakan metode Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Subjek dan Metode : Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel penelitian berjumlah 100 responden dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Analisis data dilakukan dengan menghitung nilai rata-rata setiap unsur pelayanan untuk memperoleh nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pertanyaan dinyatakan valid dengan nilai r hitung > r tabel (0,209) dan reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,945. Nilai rata-rata unsur pelayanan sebesar 3,18 dengan hasil perhitungan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 79,67. Nilai tersebut termasuk dalam kategori mutu pelayanan B dengan kategori baik. Unsur pelayanan dengan nilai tertinggi terdapat pada aspek kewajaran biaya dan keramahan petugas, sedangkan nilai terendah terdapat pada aspek kedisiplinan petugas dan kenyamanan lingkungan pelayanan. Kesimpulan : Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan berada pada kategori baik. Metode Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dapat digunakan sebagai alat evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan secara berkelanjutan.