Thisna Damayanty
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Pijat Oksitosin dalam Optimalisasi Produksi ASI: Laporan Asuhan Kebidanan Nifas Komprehensif di RSUD Dr. H. Jusuf SK Tarakan Thisna Damayanty; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Midwifery care is a crucial part of maternal and child health care, especially for mothers who have just given birth. The postpartum period extends from a few hours after the placenta is delivered to 6 weeks or 42 days. Insufficient breast milk production can lead to insufficient supply to the baby. Decreased breast milk production in the first few days after delivery can be caused by insufficient stimulation of the hormones prolactin and oxytocin. Therefore, midwifery care for postpartum mothers, including oxytocin massage, is essential. The method used is descriptive. The report is a case study, involving a postpartum mother at Dr. H. Jusuf SK Tarakan Regional Hospital. Results obtained during comprehensive care revealed the patient complained of insufficient breast milk production. Midwives provide implementation of midwifery care by administering oxytocin massage. The conclusion is that comprehensive midwifery care has been provided starting from pregnancy, childbirth, postpartum, neonates, newborns so that mothers avoid complications and are able to provide smooth breastfeeding to their babies after being given oxytocin massage.   Abstrak Masalah utama yang dihadapi ibu nifas adalah penurunan/ketidakcukupan produksi ASI akibat kurangnya stimulasi hormon prolaktin dan oksitosin. Oleh karena itu, diperlukan intervensi non-farmakologis, seperti Pijat Oksitosin. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis efektivitas penerapan Pijat Oksitosin dalam upaya peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Jenis laporan yang digunakan adalah studi kasus (Case Study) yaitu dengan cara mengambil kasus ibu nifas di RSUD Dr. H Jusuf SK Tarakan. Intervensi Pijat Oksitosin diberikan selama tiga hari dua kali sehari dengan durasi 15 menit.  Hasil menunjukkan bahwa setelah intervensi Pijat Oksitosin, terjadi peningkatan signifikan pada produksi ASI ibu. Kesimpulan: Pijat Oksitosin terbukti efektif.
Penyuluhan Terapi Akupresure untuk Mengatasi Mual Muntah pada Ibu Hamil Julita Br Nainggolan; Thisna Damayanty; Moneca Diah Listiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nausea and vomiting (morning sickness) are common and common symptoms in the first trimester of pregnancy. Nausea and vomiting during pregnancy are usually caused by changes in the endocrine system that occur during pregnancy. One non-pharmacological treatment to reduce nausea and vomiting is acupressure on the pericardium 6 (P-6) point for 30 seconds to 2 minutes. Acupressure is a simple, easy-to-perform therapy with no side effects because it is non-invasive. Objectives: This educational activity aims to provide insight to pregnant women, prepare the tools and materials used, and demonstrate the acupressure technique at the P-6 point to reduce nausea and vomiting that will be given to pregnant women. The methods used include providing counseling and completing a questionnaire to gain knowledge about acupressure therapy education. The results of community service activities that have been carried out at the integrated health post (Posyandu) in the working area of the Selumit Village Community Health Center, Central Tarakan Beach, which was carried out on November 2, 2025. In carrying out the activities, the community service officers conducted lectures and Q&A sessions with pregnant women who were assessed, with the results obtained that after the counseling, the majority had good knowledge, namely 9 people out of 10 others. This can be caused by the increase in knowledge of pregnant women so that they are motivated to practice at home.   Abstrak Mual (nause) dan muntah (morning sickness) adalah gejala yang wajar dan sering didapatkan pada kehamilan trimester pertama. Mual dan muntah saat kehamilan biasanya disebabkan oleh perubahan dalam sistem endokrin yang terjadi selama kehamilan. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis untuk mengurangi mual dan muntah yaitu Akupresur pada titik perikardium 6 (P-6) selama 30 detik sampai 2 menit. Akupresur merupakan terapi yang sederhana, mudah dilakukan, tidak memiliki efek samping karena tidak melakukan tindakan invasive. Tujuan Kegiatan pemberian penyuluhan dan edukasi ini bertujuan memberi wawasan terhadap ibu hamil, menyiapkan alat dan bahan yang digunakan, serta mendemonstrasikan teknik akupresur pada titik P-6 dalam penurunan mual dan muntah yang akan diberikan pada ibu hamil. Metode yang digunakan yaitu memberikan penyuluhan dan mengisi kuesioner untuk menggali pengetahuan tentang edukasi terapi akupresur. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan di posyandu wilayah kerja puskesmas Desa Selumit Pantai Tarakan Tengah yang terlaksana pada tanggal 2 November 2025. Dalam pelaksanaan kegiatannya pengabdi melakukan ceramah serta tanya jawab kepada ibu hamil yang dilakukan pengkajian, dengan didapatkan hasil bahwa setelah dilakukan penyuluhan yang terbanyak adalah pengetahuan baik yaitu 9 orang dari 10 orang lainnya. Hal ini dapat disebabkan karena bertambahnya pengetahuan ibu hamil sehingga termotivasi untuk mempraktikkan di rumah.