Risma Alviani Putri
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asuhan Kebidanan Komprehensif dengan Penerapan Teknik Hoffman pada Ny. A Umur 37 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Karanganyar Vidya Efriliana; Risma Alviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) remain key indicators of a country’s health status. Complications during pregnancy, childbirth, postpartum, and the neonatal period continue to contribute significantly to maternal and infant morbidity and mortality. Continuity of Care (CoC) midwifery services provide comprehensive, continuous care from pregnancy, labor, postpartum, newborn care, to family planning, enabling early risk detection and prevention of complications. Integrated and standardized midwifery services play an essential role in reducing MMR and IMR and improving overall maternal and neonatal health outcomes.. Implementing comprehensive midwifery care with the application of the Hoffman technique on Mrs. A, 37 years old, G1P0A0 at the Karanganyar Community Health Center. This research is a descriptive case study of Mrs. A, 37 years old, G1P0A0, who was provided with care with Varney management using the Hoffman technique. Care was provided starting from standard antenatal examinations, delivery assistance based on Normal Delivery Care (APN), postpartum monitoring, newborn care, and family planning services. Services were also equipped with maternal and neonatal health education and the fulfillment of basic needs of mothers and babies.. The entire process—from pregnancy, childbirth, postpartum period, newborn care, to family planning services—proceeded physiologically without complications. The mother demonstrated adequate understanding of pregnancy danger signs, birth preparation, postpartum self-care, exclusive breastfeeding, and newborn care. The baby showed normal adaptation with appropriate APGAR scores and no abnormalities. Postpartum recovery progressed well, with normal uterine involution and no signs of infection. The mother was also able to choose a postpartum contraceptive method appropriate for her condition. Comprehensive Continuity of Care midwifery services effectively facilitated ongoing maternal and neonatal monitoring, improved maternal knowledge, and supported optimal health outcomes. The CoC approach is essential for early detection of risks, prevention of complications, and strengthening maternal and newborn health services. Its continued implementation is recommended as a strategic effort to help reduce maternal and infant mortality.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator utama dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan suatu negara. Meskipun berbagai program telah dilakukan, komplikasi pada masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir tetap menjadi penyumbang terbesar morbiditas dan mortalitas maternal-neonatal. Asuhan kebidanan secara Continuity of Care (CoC) merupakan pendekatan komprehensif dan berkesinambungan yang diberikan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, hingga keluarga berencana, sehingga dapat mendukung deteksi dini risiko serta pencegahan komplikasi. Pelayanan kebidanan yang terintegrasi dan konsisten berperan penting dalam upaya menurunkan AKI dan AKB melalui pemantauan kesehatan ibu dan bayi secara menyeluruh. Menerapkan asuhan kebidanan komprehensif dengan penerapan teknik hoffman pada Ny. A  Umur 37 Tahun G1P0A0  Di Puskesmas Karanganyar Penelitian ini merupakan studi kasus deskriptif pada Ny. A, usia 37 tahun, G1P0A0, dengan dilakukan asuhan dengan manajemn varney dengan penerapan teknik hoffman. Asuhan diberikan mulai dari pemeriksaan antenatal sesuai standar, pertolongan persalinan berdasarkan Asuhan Persalinan Normal (APN), pemantauan masa nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pelayanan keluarga berencana. Pelayanan juga dilengkapi dengan edukasi kesehatan maternal dan neonatal serta pemenuhan kebutuhan dasar ibu dan bayi. Seluruh rangkaian asuhan mulai kehamilan, persalinan, masa nifas, perawatan bayi baru lahir, hingga pelayanan KB berlangsung fisiologis tanpa komplikasi. Ibu memahami tanda bahaya kehamilan, persiapan persalinan, perawatan diri masa nifas, pemberian ASI eksklusif, serta perawatan bayi baru lahir. Bayi menunjukkan adaptasi yang baik dengan skor APGAR normal dan tidak ditemukan kelainan. Masa nifas berjalan lancar, involusi uterus sesuai usia, tidak terdapat tanda infeksi, dan ibu memilih metode kontrasepsi sesuai kebutuhannya. Asuhan kebidanan Continuity of Care terbukti membantu pemantauan kondisi ibu dan bayi secara komprehensif, meningkatkan pengetahuan ibu, serta mendukung proses fisiologis kehamilan hingga KB tanpa komplikasi. Pendekatan CoC sangat diperlukan untuk memperkuat deteksi dini risiko, meningkatkan kualitas pelayanan maternal dan neonatal, serta menjadi strategi penting dalam menurunkan AKI dan AKB di layanan primer.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. F Umur 21 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Sebakung Jaya Rifkawati; Risma Alviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Comprehensive midwifery care is a continuous service approach carried out from pregnancy, childbirth, postpartum, neonatal, to family planning to support the safety of mothers and babies. The third trimester of pregnancy is often accompanied by complaints of discomfort such as back pain due to changes in body posture and increased pregnancy burden. In addition, obstetric complications such as premature rupture of membranes (PROM) can increase the risk of infection and contribute to cesarean section (CS) delivery. During the postpartum period, mothers are also susceptible to breast milk production disorders so that non-pharmacological interventions are needed, one of which is oxytocin massage to help increase breast milk production and release. This study aims to provide an overview of the implementation of comprehensive midwifery care for Mrs. F, 21 years old, G1P0A0, at the Sebakung Jaya Community Health Center. The research method used a case study with a continuity of care approach through assessment, observation, physical examination, interviews, documentation, and ongoing assistance. Monitoring of pregnant women was carried out three times. The results showed that in the third trimester the mother experienced complaints of back pain that could be overcome through posture education and relaxation exercises. During the delivery process, PROM was found which is an indication for a CS for the safety of the mother and fetus. Postpartum monitoring is performed four times. Oxytocin massage is performed during the postpartum period to help stimulate milk production and improve the comfort of breastfeeding mothers. Infant monitoring is performed three times, and family planning monitoring is performed once. Continuous, comprehensive midwifery care supports early detection of complications, improves the quality of maternal care, and accelerates postpartum recovery.   Abstrak Asuhan kebidanan komprehensif merupakan pendekatan pelayanan berkelanjutan yang dilakukan sejak masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus, hingga keluarga berencana untuk mendukung keselamatan ibu dan bayi. Kehamilan trimester III sering disertai keluhan ketidaknyamanan seperti sakit pinggang akibat perubahan postur tubuh dan peningkatan beban kehamilan. Pada masa nifas, ibu juga rentan mengalami gangguan pengeluaran ASI sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis, salah satunya pijat oksitosin untuk membantu meningkatkan produksi dan pengeluaran ASI. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran pelaksanaan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. F umur 21 tahun G1P0A0 di Puskesmas Sebakung Jaya. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan continuity of care melalui pengkajian, observasi, pemeriksaan fisik, wawancara, dokumentasi, dan pendampingan berkelanjutan. Pemantauan ibu hamil dilakukan 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada trimester III ibu mengalami keluhan sakit pinggang yang dapat diatasi melalui edukasi postur tubuh dan latihan relaksasi. Pemantauan pada masa nifas dilakukan 4 kali. Pada masa nifas dilakukan pijat oksitosin yang membantu memperlancar produksi ASI dan meningkatkan kenyamanan ibu menyusui. Pemantauan bayi dilakukan 3 kali dan pemantaun Kb 1 kali. Asuhan kebidanan komprehensif yang diberikan secara berkesinambungan mampu mendukung deteksi dini komplikasi, meningkatkan kualitas pelayanan maternal, serta mempercepat pemulihan ibu postpartum.