Lisjarwati
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penatalaksanaan Nyeri Persalinan dan Fasilitasi Penurunan Kepala Janin melalui Counterpressure dan Birthing Ball: Laporan Asuhan Kebidanan Persalinan Komprehensif pada Ny. S Umur 26 Tahun G2P1A0 di Klinik Tri Karya Lisjarwati; Vistra Veftisia
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childbirth is a physiological process often accompanied by significant pain, which, if not properly managed, can increase maternal stress and the risk of medical interventions. Non-pharmacological techniques, such as counterpressure and the use of a birthing ball, are complementary interventions aimed at stimulating endorphin release and utilizing gravity to accelerate fetal head descent. This study aims to provide comprehensive midwifery care for Mrs. S, focusing on labor pain management and facilitating fetal head descent through counterpressure and birthing ball methods. The research instrument utilized a descriptive approach, documented in the SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Planning) format. Data were collected through interviews, observations, physical examinations, diagnostic tests, documentation, and literature reviews. The study was conducted from June 2025 to October 2025. Results showed that during the active phase of the first stage of labor, Mrs. S reported significant lower back pain. Following the intervention of counterpressure during contractions and vertical pelvic movements using a birthing ball, the patient felt more relaxed and comfortable. The total duration of the first stage of labor from 3 cm dilation to complete dilation was 5 hours. The infant was delivered spontaneously and healthy, without perineal lacerations; the fetal position descended effectively into the pelvic area and stimulated productive contractions. Based on the comprehensive midwifery care report for Mrs. S, a 26-year-old (G2P1A0) at the Tri Karya Clinic, the researcher concluded that the combination of counterpressure and birthing ball techniques is effective in reducing labor pain intensity (back labor) and accelerating the duration of the first stage of labor by optimizing pelvic diameter and utilizing gravity. Midwives are expected to implement these methods as a standard of "mother-friendly care" to enhance maternal comfort during the birthing process.   Abstrak Persalinan merupakan proses fisiologis yang sering disertai nyeri signifikan, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat meningkatkan stres pada ibu dan risiko intervensi medis. Teknik non-farmakologis seperti counterpressure dan penggunaan birthing ball merupakan intervensi komplementer yang bertujuan merangsang hormon endorfin dan memanfaatkan gaya gravitasi untuk mempercepat penurunan kepala janin. Tujuan penelitian ini memberikan asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S dengan fokus pada penatalaksanaan nyeri persalinan dan fasilitasi penurunan kepala janin melalui metode counterpressure dan birthing ball. Intsrumen penelitian menggunakan metode pendekatan yang bersifat deskriptif dan didokumentasikan dalam bentuk SOAP. Dalam asuhan ini, penulis mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pusataka. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni 2025 – Oktober 2025. Dari hasil pada fase aktif kala I, Ny. S melaporkan nyeri punggung bawah yang signifikan. Setelah diberikan intervensi counterpressure selama kontraksi dan penggunaan birthing ball dengan gerakan panggul vertikal, ibu merasa lebih rileks dan nyaman. Total durasi persalinan kala I dari pembukaan 3 cm hingga lengkap berlangsung selama 5 jam. Bayi lahir spontan, sehat, tanpa adanya robekan perineumposisi bayi turun ke area panggul dan merangsang kontraksi. Berdasarkan hasil laporan asuhan kebidanan komperhensif pada Ny.S umur 26 tahun G2P1A0 di Klinik Tri Karya, sehingga peneliti memperoleh kesimpulan sebagai berikut penerapan kombinasi teknik counterpressure dan birthing ball efektif dalam mengurangi intensitas nyeri persalinan (back labor) serta mempercepat durasi kala I melalui optimalisasi diameter panggul dan gravitasi. Bidan diharapkan dapat menerapkan metode ini sebagai standar asuhan sayang ibu untuk meningkatkan kenyamanan selama proses persalinan.
Peningkatan Kapasitas Ibu dalam Pencegahan Stunting Melalui Teknik Pijat Tuina dan Edukasi Gizi Seimbang Carollyn Dizzy; Lisjarwati; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 4 No. 2 (2025): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community Midwifery Practice is an effort to apply community-based midwifery management in improving public health status, particularly maternal and child health. This activity was conducted at Posyandu Warasari 3, Leyangan Village, Ungaran Timur District, Semarang Regency, motivated by the persistence of health problems among toddlers, especially decreased appetite and the risk of stunting. The theoretical framework used includes concepts of community, public health, community midwifery management, balanced nutrition for toddlers, and complementary therapy using Tui Na massage. The research employed a descriptive method with a participatory approach. Data collection techniques included observation, interviews, documentation review, and literature study involving adolescents, pregnant women, postpartum mothers, and toddlers as subjects. The findings revealed that out of 64 toddlers, 15 experienced decreased appetite and 10 were at risk of stunting, with the main priority problem being mothers’ limited knowledge of balanced nutrition and complementary therapies. Interventions in the form of balanced nutrition education and Tui Na massage demonstrations showed a significant increase in maternal knowledge based on pre-test and post-test results. It can be concluded that the implementation of community midwifery care through nutrition education and complementary therapy is effective in enhancing maternal knowledge and readiness to support optimal toddler growth and development.   Abstrak Praktik Kebidanan Komunitas merupakan upaya penerapan manajemen kebidanan dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Warasari 3 Desa Leyangan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, dengan latar belakang masih ditemukannya permasalahan kesehatan pada balita, terutama terkait penurunan nafsu makan dan risiko stunting. Landasan teori yang digunakan meliputi konsep komunitas, kesehatan masyarakat, manajemen kebidanan komunitas, gizi seimbang balita, serta terapi komplementer pijat Tui Na. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif. Teknik pengambilan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumentasi, dan studi literatur terhadap sasaran remaja, ibu hamil, ibu nifas, dan balita. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa dari 64 balita, terdapat 15 balita dengan masalah nafsu makan dan 10 balita berisiko stunting, dengan prioritas masalah utama yaitu rendahnya pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dan terapi komplementer. Intervensi berupa penyuluhan gizi seimbang dan demonstrasi pijat Tui Na terbukti meningkatkan pengetahuan ibu secara signifikan berdasarkan hasil pretest dan posttest. Disimpulkan bahwa penerapan asuhan kebidanan komunitas melalui edukasi gizi dan terapi komplementer efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan ibu dalam mendukung tumbuh kembang balita. Berdasarkan hasil kegiatan Praktik Komunitas yang diselenggarakan di Desa Leyangan Posyandu Warasari 3 ini disarankan agar tenaga Kesehatan, khususnya bidan, terus meningkatkan peran edukatif melalui penyuluhan gizi seimbang dan penerapan terapi komplementer seperti Pijat Tui Na seceara berkelanjutan di Tingkat Posyandu. Keterlibatan aktif kader Kesehatan dan keluarga juga perlu diperkuat guna meningkatkan pemahaman ibu serta mencegah terjadinya masalah gizi dan stunting pada balita. Selain itu, diperlukan dukungan dari pihak puskesmas dan pemerintah desa dalam bentuk pembinaan, monitoring dan penyediaan media edukasi agar program dapat berjalan optimal dan berkesinambungan.