Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Implementasi Kebijakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Perguruan Tinggi Swasta: (Studi Kasus Universitas Yapis Papua) Indrayani Indrayani; Abdul Rahman Basri
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 1 (2025): Nopember 2025, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i1.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Universitas Yapis Papua pada periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, penelitian ini merujuk pada model implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup empat variabel: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan mahasiswa penerima KIP Kuliah serta informan kunci, memberikan pemahaman menyeluruh tentang pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KIP Kuliah di Universitas Yapis Papua sudah berjalan, tetapi belum optimal. Komunikasi program belum menjangkau semua mahasiswa berpotensi penerima. Dalam hal sumber daya, keterbatasan SDM dan dukungan teknis menjadi hambatan utama. Meskipun pelaksana program bersikap positif, pemahaman teknis yang kurang mempengaruhi efektivitas. Struktur birokrasi yang kompleks juga memperlambat proses administrasi. Kendala utama yang dihadapi termasuk keterlambatan pencairan dana, kurangnya transparansi dalam seleksi penerima, dan pengawasan dana yang minim. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi KIP Kuliah perlu perbaikan melalui strategi komunikasi yang lebih baik, penguatan sumber daya, penyederhanaan prosedur birokrasi, serta peningkatan kapasitas pelaksana. Olehnya itu, direkomendasikan pengembangan sistem informasi terpadu, peningkatan sosialisasi, dan evaluasi berkala untuk memastikan program berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan.
Analisis Implementasi Kebijakan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Perguruan Tinggi Swasta: (Studi Kasus Universitas Yapis Papua) Indrayani Indrayani; Abdul Rahman Basri
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 1 (2025): Nopember 2025, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i1.889

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah di Universitas Yapis Papua pada periode 2021–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode deskriptif, penelitian ini merujuk pada model implementasi kebijakan George C. Edward III yang mencakup empat variabel: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam dengan mahasiswa penerima KIP Kuliah serta informan kunci, memberikan pemahaman menyeluruh tentang pelaksanaan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KIP Kuliah di Universitas Yapis Papua sudah berjalan, tetapi belum optimal. Komunikasi program belum menjangkau semua mahasiswa berpotensi penerima. Dalam hal sumber daya, keterbatasan SDM dan dukungan teknis menjadi hambatan utama. Meskipun pelaksana program bersikap positif, pemahaman teknis yang kurang mempengaruhi efektivitas. Struktur birokrasi yang kompleks juga memperlambat proses administrasi. Kendala utama yang dihadapi termasuk keterlambatan pencairan dana, kurangnya transparansi dalam seleksi penerima, dan pengawasan dana yang minim. Penelitian menyimpulkan bahwa implementasi KIP Kuliah perlu perbaikan melalui strategi komunikasi yang lebih baik, penguatan sumber daya, penyederhanaan prosedur birokrasi, serta peningkatan kapasitas pelaksana. Olehnya itu, direkomendasikan pengembangan sistem informasi terpadu, peningkatan sosialisasi, dan evaluasi berkala untuk memastikan program berjalan efektif, transparan, dan berkelanjutan.