Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Program Indonesia Pintar Aspirasi dan Dampaknya Terhadap Partisipasi Pendidikan Anak di SMP Negeri 1 Bonggakaradeng Kabupaten Tana Toraja Sipra Katappanan; Kahar Gani; Nasiratunnisaa Mallappiang
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.1026

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan akses pendidikan di daerah terpencil yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat, sehingga diperlukan kebijakan yang mampu menjamin keberlangsungan pendidikan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi serta dampaknya terhadap partisipasi pendidikan anak di SMP Negeri 1 Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, operator sekolah, orang tua, dan siswa penerima PIP Aspirasi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PIP Aspirasi di SMP Negeri 1 Bonggakaradeng telah berjalan cukup baik ditinjau dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi, meskipun masih dijumpai kendala berupa keterlambatan pencairan dana, validitas data penerima, serta keterbatasan pemahaman sebagian orang tua mengenai mekanisme program. PIP Aspirasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan partisipasi pendidikan melalui meningkatnya kehadiran siswa, berkurangnya risiko putus sekolah, serta meningkatnya motivasi belajar. Faktor pendukung implementasi meliputi koordinasi antar pemangku kepentingan dan komitmen sekolah, sedangkan faktor penghambat berasal dari aspek administratif, geografis, dan keterbatasan informasi kepada masyarakat.
Implementasi Program Indonesia Pintar Aspirasi dan Dampaknya Terhadap Partisipasi Pendidikan Anak di SMP Negeri 1 Bonggakaradeng Kabupaten Tana Toraja Sipra Katappanan; Kahar Gani; Nasiratunnisaa Mallappiang
Indonesian Journal of Intellectual Publication Vol. 6 No. 3 (2026): Juli 2026, IJI Publication
Publisher : Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/ijipublication.v6i3.1026

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi oleh masih adanya kesenjangan akses pendidikan di daerah terpencil yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat, sehingga diperlukan kebijakan yang mampu menjamin keberlangsungan pendidikan bagi peserta didik dari keluarga kurang mampu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Indonesia Pintar (PIP) Aspirasi serta dampaknya terhadap partisipasi pendidikan anak di SMP Negeri 1 Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, guru, operator sekolah, orang tua, dan siswa penerima PIP Aspirasi yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PIP Aspirasi di SMP Negeri 1 Bonggakaradeng telah berjalan cukup baik ditinjau dari aspek komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi, meskipun masih dijumpai kendala berupa keterlambatan pencairan dana, validitas data penerima, serta keterbatasan pemahaman sebagian orang tua mengenai mekanisme program. PIP Aspirasi memberikan dampak positif terhadap peningkatan partisipasi pendidikan melalui meningkatnya kehadiran siswa, berkurangnya risiko putus sekolah, serta meningkatnya motivasi belajar. Faktor pendukung implementasi meliputi koordinasi antar pemangku kepentingan dan komitmen sekolah, sedangkan faktor penghambat berasal dari aspek administratif, geografis, dan keterbatasan informasi kepada masyarakat.