Prenatal yoga is a non-pharmacological method that can help pregnant women reduce physical tension, anxiety, and psychological complaints during pregnancy. Knowledge and skills of pregnant women regarding relaxation and breathing techniques through prenatal yoga are still limited. This community service activity aimed to improve pregnant women's knowledge and skills in performing prenatal yoga. The program was conducted in 03 June 2026, in three locations, at Health Center Sebakung Taka, East Kalimantan Province, Nasyifa Medika Medical Clinic, Central Java Province, and Health Center Juata, North Kalimantan Province, involving 25 pregnant women. The method used was through education, demonstration, hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test questionnaires. The pre-test results showed that most participants had low knowledge (76.9%). After participating in the education and prenatal yoga practice, most participants had high knowledge (69.2%), and none remained in the low category. These results indicate that education combined with practical exercises is effective in improving pregnant women's understanding and skills regarding prenatal yoga, relaxation, and breathing techniques. Prenatal yoga education should be conducted continuously through posyandu activities and community health programs to support comfort and readiness for childbirth. Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator penting dalam derajat kesehatan suatu negara. Salah satu strategi efektif untuk mendeteksi dini faktor risiko dan menekan angka kematian tersebut adalah penerapan asuhan kebidanan secara berkesinambungan (Continuity of Care/ COC). Memberikan asuhan kebidanan secara komprehensif dan berkesinambungan dimulai dari masa kehamilan trimester III, persalinan, nifas, neonatus, hingga pilihan pelayanan keluarga berencana (KB) pada Ny. S di Desa Sambirejo. Jenis laporan menggunakan studi penelaahan kasus (case study) dengan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney dan didokumentasikan dalam format SOAP. Subjek studi adalah Ny. S umur 35 tahun G3P2A0. Asuhan diberikan sejak usia kehamilan 32 minggu pada Januari 2026 hingga masa nifas 6 minggu pada April 2026. Pada masa kehamilan trimester III ditemukan ketidaknyamanan fisiologis berupa punggung pegal-pegal yang diatasi dengan latihan prenatal yoga. Persalinan berlangsung pada usia kehamilan 39 minggu di RSGM secara Sectio Caesarea (SC) atas indikasi medis/obstetri, melahirkan bayi laki-laki dengan berat 3235gram secara sehat. Masa nifas berlangsung normal, involusi uterus baik, dan ASI keluar dengan lancar. Kunjungan neonatus menunjukkan pertumbuhan bayi yang sehat. Pada akhir masa nifas, ibu memilih menjadi akseptor baru KB implan. Secara keseluruhan asuhan kebidanan berkesinambungan (COC) pada Ny. S telah terlaksana dengan baik secara fisiologis tanpa adanya komplikasi, serta berhasil menjembatani kebutuhan ibu dalam memilih metode kontrasepsi jangka panjang.