Yhunie Yudistira
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penerapan Terapi Akupresur sebagai Upaya Non-Farmakologis dalam Mengurangi Dismenore pada Remaja Putri Liya Fatikhatun Ni'mah; Herni Prafita Dewi; Lufi Indah Sari; Yhunie Yudistira; Hapsari Windayanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is one of the most common complaints experienced by adolescent girls during menstruation and can significantly disrupt daily activities. Most adolescent girls tend to ignore menstrual pain or rely on pain relievers without the supervision of a health professional, which carries the risk of long-term side effects. This community service activity aims to implement acupressure therapy as a non-pharmacological effort to reduce dysmenorrhea in adolescent girls. The activity was carried out simultaneously on June 3, 2026, in three locations: Pekalongan City, Central Java, and Kapuas Hulu Regency and Sambas Regency, West Kalimantan, involving 20 adolescent girls. This activity was carried out through lectures, discussions, questions and answers, demonstrations, and direct practice using leaflets, PowerPoint presentations, and animated videos. Evaluation of the activity was carried out using measurement instruments before and after the intervention. The results of the activity showed an improvement in the condition of participants after receiving acupressure therapy, with an average score increasing from 3.60 before therapy to 6.00 after therapy. These results indicate that acupressure therapy is effective, safe, and can be applied independently by adolescent girls without the need for drugs or special equipment.   Abstrak Dismenore merupakan salah satu keluhan yang paling umum dialami remaja putri saat menstruasi dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari secara signifikan. Sebagian besar remaja putri cenderung mengabaikan nyeri haid atau mengandalkan obat pereda nyeri tanpa pengawasan tenaga kesehatan yang berisiko menimbulkan efek samping jangka panjang. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan terapi akupresur sebagai upaya nonfarmakologis dalam mengurangi dismenore pada remaja putri. Kegiatan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 3 Juni 2026 di tiga lokasi, yaitu Kota Pekalongan, Jawa Tengah, serta Kabupaten Kapuas Hulu dan Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, dengan melibatkan 20 remaja putri. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode ceramah, diskusi, tanya jawab, demonstrasi, dan praktik langsung menggunakan media leaflet, presentasi PowerPoint, dan video animasi. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kondisi peserta setelah mendapatkan terapi akupresur, dengan rata-rata skor yang meningkat dari 3,60 sebelum terapi menjadi 6,00 setelah terapi. Hasil ini menunjukkan bahwa terapi akupresur efektif, aman, dan dapat diterapkan secara mandiri oleh remaja putri tanpa memerlukan obat-obatan maupun alat khusus.