Kurnia Putri Permatasari
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Remaja Putri melalui Yoga sebagai Strategi Nonfarmakologis Pengelolaan Dismenore Kurnia Putri Permatasari; Desi Ambar Sari; Sri Ratmawati; Ila Larasati; Siti Hasanah; Merry Yuliana; Septa Puspitasari; Ropeah; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 5 No. 1 (2026): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is one of the most common reproductive health problems among adolescent girls and may interfere with daily activities, learning concentration, and quality of life. Based on a community needs assessment conducted in Kalibanger Village, Gemawang Health Center area, many adolescent girls experienced menstrual pain but had limited knowledge regarding safe and effective non-pharmacological management. Yoga, which combines stretching exercises, breathing techniques, and relaxation, is considered a potential strategy to reduce dysmenorrhea. This community service program aimed to improve adolescent girls’ skills in practicing yoga as a non-pharmacological approach to managing menstrual pain. The activity involved 15 adolescent girls who had experienced menstruation. The intervention consisted of health education, yoga demonstrations, guided practice sessions, and mentoring. Evaluation was conducted using an observation checklist assessing participants’ ability to follow instructions, body positioning, breathing techniques, movement sequence performance, and independent yoga practice. The results showed that most participants demonstrated good performance in following yoga instructions (86.7%), practicing yoga independently (86.7%), body positioning accuracy (80.0%), movement sequence performance (80.0%), and breathing techniques (73.3%). Participants also showed high enthusiasm throughout the activity. This initiative demonstrates that health education combined with yoga demonstrations and practice is effective in improving adolescent girls’ ability to practise yoga as a non-pharmacological strategy for managing dysmenorrhoea. Similar initiatives should be developed on an ongoing basis as part of efforts to promote and prevent reproductive health issues amongst adolescents.   Abstrak Dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, serta kualitas hidup. Berdasarkan identifikasi kebutuhan di Desa Kalibanger wilayah kerja Puskesmas Gemawang, sebagian remaja putri mengalami nyeri haid namun belum mengetahui cara penanganan nonfarmakologis yang aman dan mudah dilakukan secara mandiri. Salah satu upaya yang dapat diterapkan untuk mengurangi dismenore adalah yoga, yaitu latihan yang mengombinasikan gerakan peregangan, teknik pernapasan, dan relaksasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan remaja putri dalam melakukan yoga sebagai upaya nonfarmakologis pengelolaan dismenore. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kalibanger wilayah kerja Puskesmas Gemawang dengan melibatkan 15 remaja putri yang telah mengalami menstruasi. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi, praktik yoga, dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi keterampilan praktik yoga yang mencakup kemampuan mengikuti instruksi, ketepatan posisi tubuh, teknik pernapasan, kelancaran gerakan, dan kemampuan melakukan yoga secara mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri memiliki keterampilan yang baik dalam mengikuti instruksi gerakan yoga (86,7%), melakukan yoga secara mandiri (86,7%), ketepatan posisi tubuh (80,0%), kelancaran rangkaian gerakan (80,0%), dan teknik pernapasan (73,3%). Remaja putri juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan kesehatan yang dikombinasikan dengan demonstrasi dan praktik yoga efektif dalam meningkatkan keterampilan remaja putri untuk melakukan yoga sebagai salah satu strategi nonfarmakologis dalam mengelola dismenore. Kegiatan serupa perlu dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan reproduksi remaja.