Ratna Ratna
STAI Kuala Kapuas

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implementasi Metode Bermain Peran pada Mata Pelajaran Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidayyah Nurul Huda Desa Handil Barabai Kecamatan Barambai Kabupaten Barito Kuala Ratna Ratna
Darussalam Vol. 27 No. 01 (2026): Darussalam : Jurnal Ilmiah Islam dan Sosial
Publisher : LP2M IAI Darussalam Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/drs.v27i01.609

Abstract

Kegiatan pembelajaran adalah inti dari proses pendidikan yang merupakan sarana untuk mencapai tujuan pendidikan, untuk itu dalam prosesnya guru harus bisa memilih metode dan strategi yang tepat, salah satunya yaitu metode bermain peran, dimana siswa mempraktikkan dialog dan memainkan peran sebagai tokoh atau karakter tertentu sesuai dengan teks atau tema tertentu. Penggunaan metode yang sesuai dengan kebutuhan siswa akan membuat proses pembelajaran lebih menarik dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi dari metode bermain peran pada mata pelajaran Aqidah Akhlak serta apasaja faktor pendukung serta penghambat selama pelaksanaanya. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa implementasi metode bermain peran di Madrasah Ibtidayyah Nurul Huda Desa Handil Barabai dilakukan dalam tiga tahap, pertama perencanaan, dengan cara guru membuat RPP ataupun  modul ajar dan membuat skenario cerita terutama mengenai pembelajaran Aqidah akhlak dengan tema “bersyukur”, kedua pelaksanaan, dengan cara guru menentukan siswa mana yang akan bermain peran, membagikan skenario cerita yang telah disiapkan, menetapkan waktu pelaksanaan, serta melaksanakan metode bermain peran dalam pembelajaran Aqidah akhlak, ketiga evaluasi, dengan cara guru melakukan observasi mengenai proses pelaksanaan kegiatan bermain peran dan juga penilaian sesama teman. Adapun faktor pendukung dalam implementasi metode bermain peran ini yaitu kerja sama antar siswa, ruang kelas yang mendukung, motivasi guru. Sedangkan faktor penghambat yaitu siswa yang kurang percaya diri, kurang memahami skenario cerita, sarana dan prasarana yang tidak memadai, keterbatasan waktu dalam pelaksanaan dan kurangnya motivasi dari guru.