Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Ilmu Arudh pada Syair-Syair Khamriyyat dalam Diwan Abu Nuwas Fitya Kamila Sassabila; Zuhriah; Mujadilah Nur
Jurnal Sarjana Ilmu Budaya Vol. 6 No. 01 (Januari) (2026): Jurnal Sarjana Ilmu Budaya
Publisher : Departemen Sastra Asia Barat, Fakultas Ilmu budaya, Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12259/jsib.v6i01 (Januari).49089

Abstract

Kitab diwan Abu Nuwas merupakan kitab yang berisi kumpulan syair-syair karya Abu Nuwas. Di dalam kitab kitab ini terdapat berbagai jenis tema syair salah satunya adalah tema khamriyyat. Khamriyyat merupakan syair yang mendeskripsikan tentang khamr baik dari segi bentuk maupun maknanya, namun tidak disebutkan secara gamblang mengenai apa yang dimaksud khamr menurut Abu Nuwas, apakah bermakna lafdzi atau majazi.  Syair tema khamriyyat menggunakan banyak jenis bait dan perubahan taf'ilah yang terjadi pada setiap bait syairnya sehingga harus dianalisis dari segi lafadznya agar dapat diketahui jenis bait apa saja yang digunakan dan bagaimana perubahan taf'ilahnya. Teori ilmu arudh diharapkan bisa menjawab permasalahan terkait syair dari segi lafadznya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis setiap bait syair dengan melakukan pemotongan menggunakan metode kitabatul arudhiyah, mengidentifikasi jenis bait yang digunakan dalam syair tema khamriyyat, dan menganalisis perubahan taf’ilah yang terjadi pada syair-syair khamriyyat dalam Diwan Abu Nuwas. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif dengan pendekatan library research. Data penelitian yaitu 4 judul syair dalam tema khamriyyat. Dari 4 judul syair tema khamriyyat ditemukan 4 jenis bait yaitu bait bait tam, bait majzu', bait muqaffa, bait mudawwar dan 4 jenis perubahan taf'ilah dengan rincian: terdapat 3 jenis perubahan taf'ilah zihaf mufrod, yaitu: khabn, qabdhu, kaff dan 1 jenis perubahan illat naqsh, yaitu qath'i.
The Use of the Word “Kabura” (كبر) and Its Derivatives in the Qur’an: A Morpho-Semantic Study Khusnul Khatimah Al Mudassir; Haeruddin; Zuhriah; Ilham Ramadhan
Asalibuna Vol. 9 No. 02 (2025): Volume 09, Nomor 02, Desember 2025
Publisher : UIN Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asalibuna.v9i02.6997

Abstract

This study examines the morpho-semantic mechanisms underlying the use of the word kabura (كبر) and its derivatives in the Qur’an. Variations in morphological patterns (wazn) are shown to significantly influence shifts in meaning across theological, ethical, and evaluative domains. The research employs a qualitative–descriptive, corpus-based approach using a complete retrieval technique to collect all Qur’anic instances of the root k-b-r. Data analysis integrates derivational morphology with Context Theory (Naẓariyyah al-Siyāq) to map evaluative polarity. The study identifies 161 occurrences distributed across 18 major derivational forms, consisting of 106 nominal (ism) forms and 55 verbal (fiʿl) forms. The findings demonstrate a systematic semantic pattern: (1) nominal forms such as al-kabīr and kibriyāʾ consistently express a positive evaluative pole denoting divine majesty; (2) verbal forms following the istafʿala pattern, such as istakbara, form a negative pole associated with human arrogance; and (3) several forms appear semantically neutral, with meanings determined entirely by context. These results offer pedagogical implications for Arabic language teaching, particularly in enhancing learners’ awareness of how morphological variation and contextual indicators jointly shape meaning in Qur’anic discourse, enabling more accurate interpretation and reducing semantic error.   Penelitian ini mengkaji mekanisme morfo-semantik dalam penggunaan kata kabura (كبر) dan berbagai turunannya dalam Al-Qur’an. Variasi pola morfologis (wazn) terbukti memengaruhi pergeseran makna pada ranah teologis, etis, dan evaluatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif–deskriptif berbasis korpus dengan teknik penelusuran menyeluruh terhadap seluruh ayat yang memuat akar k-b-r. Analisis data mengintegrasikan morfologi derivatif dengan Teori Konteks (Naẓariyyah al-Siyāq) untuk memetakan polaritas evaluatif. Hasil penelitian mengidentifikasi 161 kemunculan yang terdistribusi dalam 18 bentuk derivatif utama, terdiri atas 106 bentuk nominal (ism) dan 55 bentuk verbal (fiʿl). Temuan menunjukkan pola semantis yang sistematis: (1) bentuk nominal seperti al-kabīr dan kibriyāʾ membangun kutub evaluatif positif yang merepresentasikan keagungan ilahi; (2) bentuk verbal berpola istafʿala seperti istakbara membentuk kutub negatif terkait kesombongan manusia; dan (3) beberapa bentuk bersifat netral dan maknanya ditentukan sepenuhnya oleh konteks. Temuan ini memberikan implikasi pedagogis bagi pembelajaran bahasa Arab, terutama dalam meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai hubungan antara variasi morfologis dan penanda konteks dalam pemaknaan wacana Qur’ani sehingga mengurangi risiko kesalahan interpretasi.