Abstrak. Dinamika era kontemporer yang kian rumit kerap memberikan pengaruh besar pada perilaku generasi muda, terutama dalam aspek penurunan ketaatan spiritual dan degradasi etika di institusi pendidikan. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi transformasi moral siswa melalui pendekatan humanistik di MTs Negeri 12 Cirebon. Kajian didasarkan pada asumsi bahwa pendidikan bukan sekadar transfer pengetahuan, melainkan proses memanusiakan manusia (humanisasi), di mana penghargaan terhadap martabat individu, empati guru, dan dialog reflektif menjadi kunci internalisasi nilai-nilai moral Islami secara sukarela. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus, melibatkan guru Pendidikan Agama Islam (PAI), kepala madrasah, dan siswa sebagai informan kunci. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip humanistik yang konsisten berhasil mendorong perubahan perilaku nyata, peningkatan kesadaran reflektif, serta tumbuhnya tanggung jawab sosial di kalangan siswa. Transformasi moral tersebut tercermin dalam kemampuan siswa mengambil keputusan etis yang lebih matang berdasarkan nilai-nilai agama yang telah terinternalisasi. Meskipun memberikan dampak positif yang signifikan, hasil ini bersifat kontekstual sehingga memerlukan kajian lanjutan dengan cakupan sampel lebih luas. Abstract. The increasingly modern and complex era often brings a significant impact on adolescent behavior, characterized by a decline in religious awareness and a moral crisis within the school environment. This article aims to analyze the implementation of students' moral transformation through a humanistic approach applied at MTs Negeri 12 Cirebon. This study is based on the theoretical assumption that education is not merely a transfer of knowledge but a process of humanizing humans (humanization), where respect for individual dignity, teacher empathy, and reflective dialogue are the main keys to the voluntary internalization of Islamic moral values. The method used is a descriptive qualitative approach with a case study design, involving Islamic Religious Education (PAI) teachers, the madrasah head, and students as key informants, with data collection through participant observation, in-depth interviews, and documentation. The results show that consistent application of humanistic principles has succeeded in encouraging real behavioral changes, increased reflective awareness, and growth of social responsibility among students. This moral transformation is reflected in students' ability to make more mature ethical decisions based on internalized religious values. Despite a significant positive impact, these results are contextual to one madrasah, thus requiring further studies with broader scope.