Perkembangan era digital membawa tantangan terhadap pembentukan karakter peserta didik sehingga diperlukan media pembelajaran yang kontekstual, menarik, dan dekat dengan kehidupan anak. Film animasi Moana (2016) dipilih karena memuat narasi perjuangan tokoh utama yang merepresentasikan keberanian dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai moral keberanian dan kemandirian dalam film Moana serta mengkaji relevansinya terhadap pendidikan karakter. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Data primer berupa dialog, adegan, tindakan tokoh, konflik, dan alur cerita dalam film, sedangkan data sekunder berupa buku dan artikel ilmiah tentang pendidikan karakter, kajian film, dan teori perkembangan moral. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi tidak langsung, pencatatan adegan, serta pengelompokan data berdasarkan indikator nilai keberanian dan kemandirian. Analisis dilakukan melalui reduksi data, klasifikasi tema, interpretasi makna, dan penarikan kesimpulan dengan dukungan Teori Pembelajaran Sosial dan Self-Determination Theory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberanian direpresentasikan melalui kemampuan Moana menghadapi ketidakpastian, mengambil risiko, mempertahankan keputusan moral, dan menunjukkan empati dalam menyelesaikan konflik. Kemandirian direpresentasikan melalui kemampuan mengambil keputusan, belajar dari pengalaman, menyelesaikan masalah, dan bertanggung jawab terhadap konsekuensi tindakan. Kedua nilai tersebut relevan untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi mandiri, bernalar kritis, dan bertanggung jawab. Penelitian ini terbatas pada analisis satu film, sehingga penelitian lanjutan disarankan menguji implementasinya dalam pembelajaran kelas.