Musa Asy’arie
Doktoral Pendidikan Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PRESPEKTIF DEMOKRASI DAN MULTIKULTURALISME DI ERA DIGITAL Miranti Merliana; Mahasri Shobahiya; Musa Asy’arie
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9128

Abstract

ABSTRACT The transformation of Islamic Religious Education (PAI) has become an urgent necessity in responding to the dynamics of democracy, cultural diversity, and the challenges of the digital era, which generate new moral issues such as intolerance, hate speech, and weak ethical conduct in the use of technology. This study aims to analyze an integrative model for transforming PAI through the perspectives of democracy, multiculturalism, and digital literacy grounded in Islamic values. The research employs a qualitative approach with an in-depth literature review of classical and contemporary Islamic educational theories, concepts of democracy and multiculturalism, digital ethics literature, and the thought of Shaykh Hamza Yusuf regarding adab and modern morality. The findings indicate that integrating democratic values into PAI strengthens dialogical and participatory cultures, while Islam-based multicultural education cultivates tolerance and empathy amid diversity. Furthermore, digital literacy and digital ethics must be positioned as core components of learning to address the moral challenges of the technological era. This study proposes a four-dimensional model for the transformation of PAI spirituality, democracy, multiculturalism, and digital ethics relevant to contemporary curriculum development and educational practice. In conclusion, an integratively transformed PAI is capable of shaping learners who are morally upright, digitally literate, tolerant, and civil. ABSTRAK Transformasi Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi kebutuhan mendesak dalam merespons dinamika demokrasi, keberagaman budaya, dan tantangan era digital yang melahirkan persoalan moral baru seperti intoleransi, ujaran kebencian, serta lemahnya etika penggunaan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis model transformasi PAI yang integratif melalui perspektif demokrasi, multikulturalisme, dan literasi digital berbasis nilai-nilai Islam. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka mendalam terhadap teori pendidikan Islam klasik dan kontemporer, konsep demokrasi dan multikulturalisme, literatur etika digital, serta pemikiran Syekh Hamza Yusuf mengenai adab dan akhlak modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai demokrasi dalam PAI memperkuat budaya dialogis dan partisipatif, sementara pendidikan multikultural berbasis Islam menumbuhkan toleransi dan empati dalam keberagaman. Selain itu, literasi digital dan akhlak digital perlu dijadikan komponen utama pembelajaran untuk menghadapi tantangan moral era teknologi. Penelitian ini menghasilkan model transformasi PAI empat dimensi spiritualitas, demokrasi, multikulturalisme, dan etika digital yang relevan bagi pengembangan kurikulum dan praktik pembelajaran masa kini. Kesimpulannya, PAI yang ditransformasikan secara integratif mampu membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, cerdas digital, toleran, dan berkeadaban.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK MEMBENTUK KARAKTER RELIGIUS DAN TOLERAN DI SD ANGKASA PURA Miranti Merliana; Muflihatul Laela Sari; Musa Asy’arie; Sekar Ayu Aryani
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i3.13749

Abstract

ABSTRACT Research on multicultural-based Islamic Religious Education (PAI) has generally focused on conceptual aspects or implementation at the secondary education level, while studies at the elementary level, particularly in multicultural school environments, remain limited. This study aims to describe the implementation of multicultural-based PAI in shaping students’ religious and tolerant character at Angkasa Pura Elementary School. This study employed a qualitative approach with a descriptive method. The informant was an Islamic Religious Education teacher directly involved in the learning process. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. Data validity was examined through technique and source triangulation. The results showed that multicultural-based PAI learning was implemented through religious learning services according to students’ beliefs, prayer habituation based on their respective religions, religious spiritual activities, and cultivation of mutual respect for differences. The implementation contributed to the development of religious character through habituation of worship and internalization of religious values, as well as tolerant character through respect for religious, ethnic, and cultural diversity. These findings indicate that PAI not only strengthens students’ religious identity but also fosters inclusive attitudes and appreciation of diversity. Thus, multicultural-based PAI learning can be an effective strategy for developing religious and tolerant character at the elementary education level. ABSTRAK Penelitian mengenai pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multikultural umumnya berfokus pada aspek konseptual atau implementasinya di jenjang pendidikan menengah, sedangkan kajian yang mengkaji penerapannya dalam membentuk karakter religius dan toleran siswa di sekolah dasar, khususnya pada lingkungan sekolah yang multikultural, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berbasis multikultural dalam membentuk karakter religius dan toleran siswa di SD Angkasa Pura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri dari salah satu guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pembelajaran. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang mencakup pengurangan data, penyajian data, dan kesimpulan yang ditarik, sedangkan validitas data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran PAI berbasis multikultural dilakukan melalui penyediaan layanan pembelajaran agama sesuai keyakinan siswa, pembiasaan sholat berdasarkan agama masing-masing, pelaksanaan kegiatan spiritual keagamaan, serta penanaman saling menghormati dan menghargai perbedaan. Implementasi tersebut berkontribusi dalam pembentukan karakter keagamaan melalui pembiasaan ibadah dan internalisasi nilai-nilai agama, serta pembentukan karakter toleran melalui pengembangan sikap menghormati keberagaman agama, suku, dan budaya di lingkungan sekolah. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan agama tidak hanya berfungsi untuk memperkuat identitas agama siswa, tetapi juga berfungsi sebagai sarana yang efektif untuk menumbuhkan sikap inklusif dan apresiasi terhadap keberagaman. Dengan demikian, pembelajaran PAI berbasis multikultural dapat menjadi strategi yang efektif dalam membentuk karakter religius dan toleran pada siswa dari jenjang pendidikan dasar.