Mirza Syadat Rambe
Jurusan Pendidikan Agama Islam, Sekolah Tinggi Agama Islam Tebing Tinggi Deli, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK SIKAP TOLERANSI BERAGAMA SISWA Ayu Tarisya; Ayu Nurcahyanti; Rohimatul Maghfiroh; Tri Mayang Sari Siregar; Wawalia Syahputri; Mirza Syadat Rambe
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i1.9205

Abstract

Current educational transformations require schools to focus not only on academic achievement but also on developing students' character, including religious tolerance. Islamic Religious Education (PAI) plays a strategic role in fostering tolerance through the internalization of Islamic values, which emphasize respect for differences, moderation, and respect for followers of other religions. This study aims to describe the implementation of Islamic Religious Education in fostering religious tolerance in students within the school environment. The research method used is a literature review, reviewing various sources such as books, national journals, and related educational regulations. The results of the study indicate that the implementation of PAI in fostering tolerance can be achieved through strengthening teaching materials, fostering attitudes in schools, exemplary teacher behavior, and integrating the values ​​of religious moderation into intracurricular and extracurricular activities. Islamic Religious Education has been shown to contribute significantly to instilling the values ​​of openness, respect for differences in beliefs, and mutual respect among students. ABSTRAK Transformasi pendidikan saat ini menuntut sekolah tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter peserta didik, termasuk sikap toleransi beragama. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam membentuk sikap toleransi melalui internalisasi nilai-nilai ajaran Islam yang menekankan penghargaan terhadap perbedaan, sikap moderat, dan penghormatan terhadap pemeluk agama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Pendidikan Agama Islam dalam membentuk sikap toleransi beragama siswa di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal nasional, dan regulasi pendidikan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi PAI dalam membentuk toleransi dapat dilakukan melalui penguatan materi ajar, pembiasaan sikap di sekolah, keteladanan guru, serta integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Pendidikan Agama Islam terbukti berkontribusi signifikan dalam menanamkan nilai-nilai keterbukaan, penghargaan terhadap perbedaan keyakinan, dan sikap saling menghormati antar siswa.  
PERSEPSI GURU PAI TENTANG TANTANGAN DAN PELUANG PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI MAS PP DARUL MUKHLISIN Lisna Wati; Sella Harian; Sinta Ramadhani; Siti Wardani Hasibuan; Yuli Yuli; Mirza Syadat Rambe
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v6i1.8958

Abstract

Digital transformation in education demands adaptation of Islamic Religious Education (PAI) learning strategies, particularly in Islamic boarding schools (pesantren), which must balance technological advancements with character development. This study focuses on describing Islamic Religious Education (PAI) teachers' perceptions regarding the challenges and opportunities of utilizing digital technology as a learning medium at the Darul Mukhlisin Islamic Boarding School (MAS). Through a qualitative approach with descriptive methods, data was collected comprehensively using observation, documentation, and in-depth interviews with Islamic Religious Education (PAI) teachers. The results indicate that teachers generally have positive perceptions and believe technology can increase the effectiveness and appeal of learning through visualization of abstract material, expanded access to learning resources, and efficient evaluation. However, the reality on the ground reveals significant structural barriers, including limited device and network infrastructure, a digital competency gap among teachers, and restrictive Islamic boarding school policies regarding student device use. This study concludes that the integration of technology into Islamic Religious Education (PAI) learning at Islamic boarding schools (pesantren) has not been optimal, and its success depends heavily on the synergy between teacher competency enhancement, adequate facility support, and adaptive institutional regulations to bridge digital innovation with Islamic boarding school values. ABSTRAK Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut adaptasi strategi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), khususnya di lingkungan pesantren yang harus menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan pembentukan karakter. Penelitian ini berfokus untuk mendeskripsikan persepsi guru PAI terkait tantangan dan peluang pemanfaatan teknologi digital sebagai media pembelajaran di Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Pondok Pesantren Darul Mukhlisin. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, data dikumpulkan secara komprehensif menggunakan teknik observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap guru PAI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum guru memiliki persepsi positif dan menganggap teknologi mampu meningkatkan efektivitas serta daya tarik pembelajaran melalui visualisasi materi abstrak, perluasan akses sumber belajar, dan efisiensi evaluasi. Kendati demikian, realitas di lapangan memperlihatkan adanya hambatan struktural yang signifikan, meliputi keterbatasan infrastruktur perangkat dan jaringan, kesenjangan kompetensi digital antar guru, serta kebijakan restriktif pesantren terkait penggunaan gawai oleh santri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran PAI di madrasah berbasis pesantren belum berjalan optimal dan keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara peningkatan kompetensi guru, dukungan fasilitas yang memadai, serta regulasi institusional yang adaptif untuk menjembatani inovasi digital dengan nilai-nilai kepesantrenan.