Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Booklet Berbasis Citizen Science Sebagai Media Edukasi Dalam Pengelolaan Limbah Organik Rumah Tangga Menjadi kompos Bunga Lestari Nababan; Desti Desti
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 9, No 2 (2026): September 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v9i2.14150

Abstract

Permasalahan limbah organik rumah tangga masih menjadi tantangan lingkungan yang memerlukan upaya edukatif untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji kelayakan booklet berbasis citizen science sebagai media edukasi dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi kompos. Penelitian menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model Analysis, Design, and Development yang dibatasi pada tahap analisis, perancangan, dan pengembangan. Penelitian dilaksanakan di SMAN 1 Batang Gansal dan Desa Dusun Tua, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Subjek penelitian terdiri atas 39 siswa kelas X dan 30 anggota masyarakat Oikumene Dusun Tua. Instrumen yang digunakan meliputi lembar validasi ahli, angket respon pengguna, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil validasi menunjukkan bahwa booklet memperoleh persentase sebesar 91,67% dari ahli materi, 95% dari ahli media, dan 95% dari ahli pembelajaran dengan rata-rata sebesar 94% yang termasuk kategori sangat valid. Hasil uji kelayakan menunjukkan bahwa booklet memperoleh persentase sebesar 92% dari siswa dan 94% dari masyarakat dengan kategori sangat layak. Berdasarkan hasil penelitian, booklet berbasis citizen science dinyatakan sangat valid dan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran pada materi pencemaran lingkungan serta sebagai media edukasi masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi kompos. Penggunaan booklet ini berpotensi meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan