Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Tepung Kunyit dalam Ransum terhadap Performa Pertumbuhan Itik Mojosari Abdul Karim Djasman Lameo; Widiastuti Ardiansyah; Susan Mokoolang
Jurnal Ilmiah Dan Karya Mahasiswa Vol. 4 No. 3 (2026): Juni : JURNAL ILMIAH DAN KARYA MAHASISWA (JIKMA)
Publisher : Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54066/jikma.v4i3.4608

Abstract

Turmeric powder contains curcuminoids, essential oils, flavonoids, and phenolic compounds that may support digestive function and nutrient utilization in poultry. This study evaluated the effects of dietary turmeric powder levels on feed intake, body weight gain, feed conversion ratio, and mortality of male Mojosari ducks. A completely randomized design with four treatments and six replicates was used. The treatments consisted of diets containing 0%, 6%, 8%, and 10% turmeric powder. The ducks were reared for 30 days; feed was provided twice daily and drinking water was offered ad libitum. Data were analyzed by analysis of variance followed by Duncan’s multiple range test when significant effects were detected. Turmeric powder significantly affected feed intake, body weight gain, and feed conversion ratio (P<0.01), but did not significantly affect mortality (P>0.05). The 10% treatment produced the highest feed intake (55.44 g/bird/day) and body weight gain (563.20 g/bird), the lowest feed conversion ratio (10.14), and the lowest numerical mortality (2%). Thus, 10% turmeric powder produced the best performance among the tested levels. However, feed formulation, nutrient composition, animal number, and feed conversion calculations should be verified before broader application.
EFEKTIVITAS EKSTRAK TOMAT (Solanum lycopersicum) TERHADAP SIFAT FISIK DAN HEDONIK DAGING SAPI Wahyu Sulistyo; Ishak Korompot; Widyawati H Umar; Susan Mokoolang; Widiyastuti Ardiansyah
Jurnal Sains dan Teknologi Industri Peternakan Vol 6 No 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Studi Peternakan Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jstip.v6i2.2522

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak buah tomat sebagai terhadap sifat fisik dan hedonik daging sapi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei 2025 selama satu minggu di Laboratorium Dasar Jurusan Ilmu-ilmu Pertanian Universitas Muhammadiyah Gorontalo. Materi penelitian menggunakan daging sapi yang dipotong kecil dengan berat 100 gram. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan (termasuk perlakuan kontrol tanpa perendaman) dan 5 ulangan dimana setiap perlakuan dan ulangan terdapat lima potong (irisan) daging sapi. Perlakuan yang diberikan yaitu lama perendaman terhadap daging sapi selama 0 jam atau tanpa perendaman (P0), perendaman selama 1 jam (P1), perendaman selama 3 jam (P2) dan perendaman selama 5 jam (P3) dan perendaman selama 7 jam (P4). Sifat fisik daging yang diamati yaitu pH daging, sedangkan kualitas hedonik yang diamati yaitu warna, rasa, aroma dan keempukan (tekstur) daging. Analisis data menggunakan Analisis Sidik Ragam (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan yang nyata maka dilakukan uji lanjutan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan (Duncan Multiple Range Test - DMRT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa kualitas fisik dalam hal ini pH daging dan sifat hedonik yaitu warna, rasa, aroma dan tekstur daging menunjukkan pengaruh yang berbeda yang sangat nyata setelah direndam dengan ekstrak buah tomat. Hasil pengujian lanjutan menggunakan uji jarak berganda Duncan (Duncan Multiple Range Test atau DMRT) menunjukkan bahwa daging sapi dengan perlakuan setelah mengalami perendaman selama 3 jam dan 5 jam menghasilkan nilai pH yang ideal. Daging sapi dengan perlakuan perendaman selama 3 jam dan 7 jam menghasilkan warna daging yang berbeda nyata dan memberikan hasil yang paling baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Daging yang mengalami perlakuan perendaman selama 3 jam menghasilkan rasa dan aroma yang paling baik dan berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Daging sapi dengan perlakuan perendaman selama 3 jam dan 7 jam tidak berbeda nyata dan secara bersama-sama menghasilkan tekstur yang paling disukai oleh panelis.