Rodianto Rodianto
Universitas Islam Negeri K.H. Abdurahman Wahid Pekalongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SEBAGAI TELADAN DALAM MEMBANGUN KARAKTER ISLAMI DI LINGKUNGAN PEMBELAJARAN DIGITAL Yurid Ilyuna; Dewi Khoirun Nisa; Selviyana Selviyana; Ahmad Alaik Niam; Riza Amelia; Rodianto Rodianto
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.13562

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of digital technology has transformed learning patterns, communication, and students' character development, creating new challenges for Islamic Religious Education (Pendidikan Agama Islam [PAI]) in fostering Islamic values within digital learning environments. These changes require PAI teachers to serve not only as knowledge transmitters but also as role models capable of integrating Islamic values, digital ethics, and digital literacy into the learning process. This article aims to analyze the role of PAI teachers as role models in fostering students' Islamic character in digital learning environments, identify the challenges they encounter, and formulate strategies for strengthening Islamic character in response to technological advancements. This study employed a narrative literature review approach through the stages of relevant literature selection, data reduction, thematic categorization, and critical interpretation of scholarly sources. The findings indicate that the exemplary role of PAI teachers in digital spaces is reflected in consistent behavior, ethical online communication, responsible use of technology, and the integration of Islamic values into digital learning activities. The major challenges include limited digital literacy, exposure to negative online content, disparities in technological competence, and inadequate supervision of students' digital activities. This study concludes that strengthening Islamic character requires synergy among teachers, families, schools, and supportive digital environments, while proposing a conceptual framework that integrates teacher role modeling, digital ethics, digital literacy, and digital citizenship as the foundation for Islamic character development in the digital era. ABSTRAK Transformasi teknologi digital telah mengubah pola pembelajaran, interaksi, dan pembentukan karakter peserta didik sehingga menghadirkan tantangan baru bagi Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai Islami di lingkungan pembelajaran digital. Kondisi tersebut menuntut guru PAI tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai teladan yang mampu mengintegrasikan nilai keislaman, etika digital, dan literasi digital dalam praktik pembelajaran. Artikel ini bertujuan menganalisis peran guru PAI sebagai teladan dalam membangun karakter Islami pada pembelajaran digital, mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi, serta merumuskan strategi penguatan karakter Islami yang relevan dengan perkembangan teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan studi pustaka naratif melalui tahapan seleksi literatur yang relevan, reduksi data, kategorisasi tema, dan interpretasi kritis terhadap berbagai sumber ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa keteladanan guru PAI diwujudkan melalui konsistensi perilaku, komunikasi daring yang beretika, pemanfaatan teknologi secara bertanggung jawab, serta integrasi nilai-nilai Islam dalam setiap aktivitas pembelajaran digital. Tantangan utama meliputi rendahnya literasi digital, paparan konten negatif, kesenjangan kompetensi teknologi, dan terbatasnya pengawasan terhadap aktivitas digital peserta didik. Kajian ini menegaskan bahwa penguatan karakter Islami memerlukan sinergi antara keteladanan guru, keluarga, sekolah, dan lingkungan digital yang edukatif, sekaligus menawarkan sintesis konseptual yang mengintegrasikan keteladanan guru PAI, etika digital, literasi digital, dan digital citizenship sebagai landasan pembentukan karakter Islami pada era digital.