Inayatul Qudsiyah
Sekolah Tinggi Agama Islam Denpasar Bali, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSEPSI MANAJEMEN DAN KARYAWAN TERHADAP IMPLEMENTASI SHARIA COMPLIANCE: STUDI KUALITATIF PADA BANK SYARIAH INDONESIA (BSI) Inayatul Qudsiyah
Tasharruf : Journal of Islamic Economics and Business Vol. 7 No. 2 (2026): Tasharruf : Journal of Islamic Economics and Business (November) Inpress
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Pasuruan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Industri perbankan syariah di Indonesia mengalami akselerasi pertumbuhan yang signifikan, ditandai dengan penggabungan tiga bank syariah Badan Usaha Milik Negara menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) pada tahun 2021. Sebagai lembaga keuangan berbasis prinsip syariah, eksistensi dan legitimasi BSI sangat bergantung pada konsistensi penerapan sharia compliance di seluruh aspek operasionalnya. Namun demikian, keberhasilan implementasi kepatuhan syariah pada level operasional sangat dipengaruhi oleh bagaimana manajemen merumuskan kebijakan secara normatif-strategis dan bagaimana karyawan lini depan menjalankan kebijakan tersebut secara teknis-operasional, sehingga berpotensi memunculkan kesenjangan persepsi (perception gap) di antara keduanya. Kajian-kajian terdahulu mengenai sharia compliance pada BSI sejauh ini didominasi pendekatan kuantitatif, sementara penelitian yang secara khusus menggali persepsi dan pemaknaan subjektif manajemen serta karyawan masih relatif terbatas. Artikel ini bertujuan membangun kerangka konseptual untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana manajemen dan karyawan BSI mempersepsikan, memaknai, dan mengimplementasikan sharia compliance dalam praktik kerja sehari-hari pasca-merger, dengan menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus tunggal. Kerangka analisis yang dibangun mengintegrasikan teori kepatuhan syariah, teori tata kelola syariah (shariah governance), teori persepsi, dan teori budaya organisasi, yang diperkaya dengan perspektif Islam mengenai maqashid syariah, etika kerja Islami, serta nilai amanah dan ihsan. Data direncanakan dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana serta analisis tematik, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan teori. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan konsep shariah compliance culture pada lembaga keuangan syariah pasca-merger, sekaligus kontribusi praktis bagi manajemen BSI, regulator, dan akademisi dalam memperkuat efektivitas internalisasi kepatuhan syariah.