This study employed a quantitative approach with an associative design. This study aimed to determine the quality of life of married women and to analyze the influence of education, work ethic, age, income, and patriarchal culture, both partially and simultaneously. The analysis technique used was multiple linear regression, a two-way t-test, and Moderated Regression Analysis (MRA).The results showed that all variables simultaneously had a significant effect on women's quality of life. Partially, education, work ethic, age, and income have a positive influence, while patriarchal culture has a negative influence. There are differences in quality of life between men and women, with men having a higher quality of life. However, patriarchal culture has not been shown to moderate the effect of education on women's quality of life. This study concludes that women's quality of life is influenced by economic, individual, and sociocultural factors. Therefore, improving women's quality of life requires educational, economic, and gender mainstreaming interventions to reduce patriarchal cultural barriers. Abstrak Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi kualitas hidup perempuan menikah serta menganalisis pengaruh pendidikan, etos kerja, umur, pendapatan, budaya patriarki baik secara parsial maupun secara simultan dan menganalisis peran budaya patriarki dalam memoderasi pengaruh Pendidikan terhadap kualitas hidup perempuan menikah di Kecamatan Manggis Kabupaten Karangasem. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, uji beda dua rata-rata (t-test), dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel berpengaruh signifikan terhadap kualitas hidup perempuan. Secara parsial, pendidikan, etos kerja, umur, dan pendapatan berpengaruh positif, sedangkan budaya patriarki berpengaruh negatif. Terdapat perbedaan kualitas hidup antara laki-laki dan perempuan, di mana laki-laki memiliki kualitas hidup lebih tinggi. Namun, budaya patriarki tidak terbukti memoderasi pengaruh pendidikan terhadap kualitas hidup perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup perempuan dipengaruhi oleh faktor ekonomi, individu, dan sosial budaya. Oleh karena itu, peningkatan kualitas hidup perempuan memerlukan intervensi pendidikan, ekonomi, serta pengarusutamaan gender untuk mengurangi hambatan budaya patriarki. Kata Kunci : Kualitas Hidup Perempuan, SDGs, Pendidikan, Etos Kerja, Pendapatan, Budaya Patriarki