Rokibullah Rokibullah
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Konsep Komunikasi Profetik Qur’ani dalam Menangkal Hoax Rokibullah Rokibullah
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i2.2724

Abstract

Fenomena hoax di era digital menjadi tantangan serius yang mengancam stabilitas sosial, politik, dan kesehatan masyarakat. Di Indonesia, hoax kerap memicu keresahan dan polarisasi, terutama dalam isu-isu politik, agama, dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model komunikasi profetik Qur’ani sebagai pendekatan alternatif dalam menangkal hoax, dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan etika yang berlandaskan pada prinsip siddiq (kejujuran), amanah (dapat dipercaya), tabligh (penyampaian yang benar dan jelas), dan fathanah (kebijaksanaan). Meskipun kajian tentang literasi digital dan regulasi pemerintah dalam menangkal hoax telah banyak dilakukan, penelitian yang secara spesifik mengintegrasikan pendekatan komunikasi berbasis nilai-nilai spiritual Islam sebagai solusi hoax masih sangat terbatas. Celah penelitian (research gap) ini menjadi landasan urgensi kajian yang diajukan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan studi kepustakaan (library research). Desain penelitian melibatkan analisis isi (content analysis) terhadap ayat-ayat Al-Qur’an, hadis, dan literatur terkait, serta telaah hermeneutik untuk memahami makna dan relevansinya dalam konteks modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip-prinsip kenabian tersebut memiliki potensi besar dalam membentuk masyarakat yang kritis, bertanggung jawab, dan memiliki kesadaran moral dalam menerima dan menyebarkan informasi. Prinsip tabayyun (verifikasi) yang ditekankan dalam QS. Al-Hujurat ayat 6 menjadi landasan penting dalam mencegah penyebaran berita palsu. Dampak dari penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah ilmu komunikasi, memberikan kontribusi praktis dalam kampanye literasi digital, serta mendorong integrasi nilai-nilai komunikasi profetik dalam kurikulum pendidikan dan program publik.
Gender dan Media Massa (Representasi Perempuan dalam Media Massa dan Media Islam melalui Pendekatan Semiotika Roland Barthes) Rokibullah Rokibullah
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 3 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i3.2731

Abstract

Media massa, sebagai agen kultural aktif, memainkan peran krusial dalam mengkonstruksi dan melegitimasi relasi gender di tengah masyarakat. Meskipun sejumlah penelitian telah mengkaji representasi perempuan dalam media massa secara umum, kajian yang secara spesifik membandingkan mekanisme patriarki pada media massa konvensional dan media Islam melalui pendekatan semiotika tiga lapis masih sangat terbatas di Indonesia. inilah celah penelitian yang hendak diisi oleh studi ini. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola representasi perempuan dalam media massa konvensional dan media Islam, mengungkap mekanisme naturalisasi stereotip menjadi mitos sosial, serta membandingkan persistensi ideologi patriarki di kedua ranah media tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-interpretatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes melalui tiga tataran makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Objek analisis terdiri atas tujuh teks media yang dipilih secara purposive sampling, meliputi tiga teks media konvensional (iklan detergen, iklan kosmetik/kecantikan, dan liputan berita KDRT), dua teks media Islam komersial (iklan kosmetik halal Wardah), serta dua konten dakwah digital (sinetron religi dan vlog dakwah feminis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media massa konvensional secara dominan mereproduksi stereotip perempuan sebagai subjek domestik, objek kecantikan, dan figur subordinat melalui operasi mitos patriarki-kapitalistik. Implikasi penelitian ini mencakup penguatan literasi media berbasis gender dan rekomendasi etis bagi praktisi media untuk memproduksi konten yang lebih berkeadilan gender.