Yuri Nazar
Universitas Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kekerasan Berbasis Gender Online dan Upaya Perlindungan Hukum bagi Perempuan di Indonesia Yuri Nazar; Ferdi Puti Anugrah; Alexander Agung Pramudia
Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 1 (2025): Oktober - Desember
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) di Indonesia merupakan isu hukum serius yang melibatkan pelecehan daring, penyebaran konten intim tanpa izin, dan ujaran kebencian berbasis gender, yang mencerminkan ketimpangan patriarki di ruang digital. Rumusan masalah penelitian ini mencakup dua aspek utama: pertama, mengapa KBGO menimbulkan dampak serius terhadap perempuan, seperti trauma psikologis, stigmatisasi sosial, dan ancaman kebebasan berekspresi; kedua, bagaimana bentuk perlindungan hukum di Indonesia bagi korban perempuan KBGO. Metode penelitian menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan studi kepustakaan, meliputi pendekatan peraturan perundang-undangan (seperti UU No. 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik) serta pendekatan konseptual berdasarkan teori keadilan dan hak asasi manusia, menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan KBGO berdampak multidimensi akibat struktur sosial patriarki, dengan perlindungan hukum melalui regulasi seperti UU TPKS yang mengakui kekerasan elektronik, namun implementasinya masih lemah karena multitafsir, bias aparat, dan kekosongan hukum, sehingga diperlukan pembaruan hukum dan pendidikan literasi digital untuk keadilan yang efektif.
Larangan Perkawinan dalam Kondisi Ekonomi Tidak Layak: Analisis Hukum terhadap Perlindungan Anak dan Kelayakan Hidup Keluarga di Indonesia Yuri Nazar
Jurnal Kajian Hukum dan Pendidikan Kewarganegaraan Vol. 2 No. 2 (2026): Januari - Maret
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Marriage should serve as the foundation for creating a prosperous and harmonious family. However, social realities in Indonesia indicate that many marriages occur without sufficient economic preparedness. This condition often leads to social problems such as domestic conflict, violence, divorce, and the violation of children's rights. This study aims to analyze the impact of inadequate economic conditions on achieving the objectives of marriage as stipulated in Law Number 1 of 1974 in conjunction with Law Number 16 of 2019, as well as to examine the urgency of prohibiting marriage under economically unfit conditions as a means of protecting children’s rights and family welfare. The research employs a normative juridical method with statutory and conceptual approaches. The findings show that economic readiness is a fundamental factor in achieving a prosperous marriage. Therefore, it is necessary to reformulate marriage policies by including economic preparedness as a substantive requirement and strengthening the marriage dispensation mechanism to consider financial conditions and children's welfare. Consequently, such policy reforms are expected to establish a marriage system that is not only legally valid but also just and dignified.