Dina Hayati Putri
Universitas Mulawarman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAMPAK EKSTERNALITAS NEGATIF AKIBAT BENCANA ALAM BANJIR TERHADAP MASYARAKAT KELURAHAN LEMPAKE, KOTA SAMARINDA Sahputra Sunan Aji; Alya Nindityas Utami; Dina Hayati Putri
Jurnal Sosial Humaniora Vol. 16 No. 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Djuanda Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jsh.v16i2.19606

Abstract

Banjir merupakan salah satu jenis bencana hidrometeorologi yang semakin memengaruhi wilayah perkotaan, terutama akibat perubahan tata guna lahan, intensitas curah hujan yang tinggi, dan sistem drainase yang tidak memadai. Studi ini dilakukan di Kecamatan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, wilayah Kota Samarinda yang rawan banjir akibat urbanisasi yang pesat dan degradasi lingkungan. Tujuan studi ini adalah: (1) Menganalisis eksternalitas negatif akibat banjir terhadap lingkungan fisik, ekosistem, dan kondisi sosial masyarakat; (2) Mengkaji dampak ekonomi banjir, termasuk kerusakan aset dan strategi adaptasi yang diterapkan warga; dan (3) Mengevaluasi kapasitas masyarakat dalam merespons banjir dan menganalisis efektivitas kebijakan pengelolaan lingkungan yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan observasi lapangan, wawancara mendalam, Diskusi Kelompok Terarah (FGD), dan kuesioner yang disebarkan kepada 30 rumah tangga terdampak banjir yang dipilih secara purposif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa banjir telah menyebabkan pencemaran air, kerusakan drainase, munculnya penyakit, dan kerusakan properti rumah tangga. Kerugian ekonomi meliputi kerusakan aset dan terganggunya kegiatan penghasil pendapatan. Sebagian besar warga belum menerima pelatihan kesiapsiagaan bencana atau akses terhadap informasi mitigasi banjir. Respons pemerintah dinilai terbatas, tanpa adanya tempat evakuasi resmi; sebagai gantinya, warga berlindung di rumah tetangga, masjid, atau posyandu. Temuan ini menyoroti kebutuhan mendesak untuk memperkuat kapasitas adaptasi masyarakat dan mengintegrasikan kebijakan lingkungan yang berkelanjutan untuk secara kolektif mengurangi risiko banjir di masa mendatang.
Eksternalitas Negatif Dari Keberadaan TPS Terhadap Sosial-Ekonomi Masyarakat Di RT. 25 Kelurahan Sidodadi, Kota Samarinda Susi Artika Dewi; Eka Cristina Br Purba; Alya Nindityas Utami; Dina Hayati Putri
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol. 15 No. 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v15i1.4119

Abstract

Latar belakang: Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tidak dikelola dengan baik di RT 25 Kelurahan Sidodadi, Kota Samarinda, menimbulkan berbagai eksternalitas negatif terhadap masyarakat sekitar. Sebanyak 70% warga mengaku merasakan dampak negatif, dengan 30% mengalami gangguan kesehatan dan 40% terganggu kenyamanannya akibat bau menyengat dari TPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak lingkungan serta sosial-ekonomi yang ditimbulkan oleh keberadaan TPS terhadap masyarakat setempat.Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak eksternalitas negatif dari keberadaan TPS terhadap kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat di RT 25 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel secara purposive pada 10 responden yang tinggal di sekitar TPS. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang mencakup aspek eksternalitas negatif, pandangan masyarakat, dan kerugian ekonomi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% responden merasakan dampak negatif dari keberadaan TPS, dengan 40% menyatakan bahwa bau tidak sedap dari TPS cukup mempengaruhi kenyamanan mereka. Sebanyak 30% responden mengalami gangguan kesehatan, dengan 33% menderita diare dan 67% mengalami gangguan kesehatan lainnya. Biaya pengobatan yang dikeluarkan bervariasi antara Rp 50.000 hingga Rp 95.000, dengan 11% responden mengalami penurunan pendapatan akibat gangguan kesehatan. Sistem pengelolaan TPS dinilai kurang baik oleh 40% responden, dan 50% mengeluhkan terganggu oleh kondisi lalu lintas di sekitar TPS.Simpulan: Eksternalitas negatif dari keberadaan TPS di RT 25 Kelurahan Sidodadi berdampak signifikan terhadap kenyamanan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat sekitar. Diperlukan perbaikan sistem pengelolaan sampah dan upaya mitigasi dampak dengan menerapkan teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan serta komunikasi yang efektif antara masyarakat dan pengelola TPS.