Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris Dasar melalui Pendekatan Communicative Language Teaching bagi Pembelajar EFL Pemula di Kota Palangkaraya Nur Annisa Fitri; Nur Aini Shofiya; Nicha Chairunnisa Azahra; Selvi Selvi; Dewi Wijaya Putri; Zaitun Qamariah; Rahmadi Nirwanto
Abdimas Singkerru Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59563/singkerru.v6i2.393

Abstract

Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting pada era globalisasi karena mendukung akses terhadap pendidikan, informasi, teknologi, dan peluang pengembangan karier. Namun, pembelajar bahasa Inggris sebagai bahasa asing pada tingkat pemula masih menghadapi keterbatasan penguasaan kosakata dan struktur bahasa sederhana, rendahnya kepercayaan diri, serta minimnya kesempatan untuk mempraktekkan bahasa Inggris dalam komunikasi sehari-hari. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kegiatan pendampingan yang tidak hanya menekankan penguasaan materi kebahasaan, tetapi juga memberikan pengalaman menggunakan bahasa secara langsung, aktif, dan bermakna. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini berupa pendampingan edukatif-partisipatif yang bertujuan mengoptimalkan pemahaman dan kemampuan komunikasi bahasa Inggris dasar pada komunitas belajar informal di Kota Palangka Raya. Kegiatan melibatkan tujuh pembelajar bahasa Inggris tingkat pemula dan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu pengenalan bahasa Inggris dasar, penerapan pendekatan Communicative Language Teaching, dan praktik komunikasi bahasa Inggris. Teknik pelaksanaan meliputi penyampaian materi interaktif, diskusi, tanya jawab, kegiatan berbasis tugas, permainan peran, simulasi wawancara, percakapan berpasangan, serta latihan tertulis sederhana. Evaluasi dilakukan menggunakan tanya jawab awal, lembar observasi partisipasi, lembar kerja, praktik percakapan sederhana, dan refleksi peserta. Data hasil kegiatan dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan kemampuan awal dan akhir peserta berdasarkan pemahaman materi, keaktifan, ketepatan penggunaan struktur bahasa, keberanian, dan kemampuan berkomunikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa seluruh peserta terlibat aktif dalam setiap tahapan pembelajaran. Peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai kosakata, penggunaan to be, bentuk dasar kata kerja, dan bentuk negatif dalam kalimat sederhana. Peserta juga mulai mampu menyusun kalimat serta melakukan percakapan singkat mengenai aktivitas sehari-hari dengan tingkat keberanian dan kepercayaan diri yang lebih baik. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendampingan bahasa Inggris dasar dalam lingkungan non formal dan komunikatif dapat menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk menguatkan partisipasi, pemahaman kebahasaan, dan kemampuan komunikasi dasar pembelajar tingkat pemula.
Building an Academic Writing Culture As a Medium to Improve Students’ Self-Efficacy Rahmadi Nirwanto
Journal Evaluation in Education (JEE) Vol 6 No 2 (2025): April
Publisher : Cahaya Ilmu Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37251/jee.v6i2.1501

Abstract

Purpose of the study: This study aims to analyze the relationship between academic writing culture and students' self-efficacy. Academic writing is a crucial skill in higher education, yet many students struggle to develop effective writing habits. Low interest, lack of academic support, and limited foundational writing skills are key factors affecting the students' self-efficacy in performing academic tasks. Methodology: This study employed a quantitative approach with a correlational method. A purposive sampling technique was used to select 26 students who were actively engaged in academic writing. Data were collected through a Likert-scale closed questionnaire and analyzed using the Pearson product-moment correlation to determine the strength and direction of the relationship between academic writing culture and self-efficacy. Main Findings: The results indicate a very strong relationship between academic writing culture and students' self-efficacy, with a correlation coefficient (r) of 0.994. The coefficient of determination (R²) of 98.8% demonstrates that academic writing culture makes a significant contribution to improving students' self-efficacy, while other factors influence 1.2%. This finding suggests that fostering a strong academic writing culture enhances students' confidence in facing academic challenges. Novelty/Originality of this Study: This study provides novel insights by highlighting the essential role of academic writing culture as a dominant factor influencing students' self-efficacy. While previous research has examined writing difficulties and self-efficacy separately, this study establishes a direct and strong correlation between them. The findings underscore the importance of institutional support in promoting academic writing habits that boost students' confidence and academic success.