Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN KADAR SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) PADA PEROKOK AKTIF DI DUSUN II DESA KEDAI DURIAN KECAMATAN DELITUA Dimas Hardiansyah; Suharsih Suharsih; Junaidi Parinduri; Nurul Amalia Sofyan; Nova Eininta Sitepu
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 10 No 2 (2025): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan laporan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2013, proporsi perokok telah mencapai angka 29,3% dan jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2010 sebesar 28,2%. Merokok meningkatkan resiko gangguan hepar bagi perokok aktif maupun perokok pasif. SGPT merupakan enzim yang dalam keadaan normal memiliki kadar yang tinggi dalam sel hati, jika terjadi peningkatan yang dominan dari kadar enzim ini, maka ada kemungkinan terjadi suatu proses yang mengganggu sel hati. Bila hati mengalami kerusakan, enzim SGPT akan dilepas ke dalam darah sehingga terjadi peningkatan kadar enzim SGPT dalam darah. SGPT atau ALT adalah enzim yang mengkatalis kelompok amino dalam siklus krebs untuk menghasilkan energy ke jaringan. Pada kerusakan sel hati, kadar SGPT dalam serum dipastikan meninggi dan menjadi indikator kerusakan tersebut. Tujuan: Mengetahui Kadar SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) Pada Perokok Aktif di Dusun II Desa Kedai Durian Kecamatan Delitua.. Metode: Penelitian deskriptif dengan pengambilan darah vena sewaktu dan mengidentifikasi perbedaan kadar SGPT berdasarkan riwayat merokok Hasil: Kadar SGPT normal pada perokok aktif yang merokok 1-10 batang/hari, terdapat peningkatan hasil SGPT paada perokok aktif yang merokok 10-20 batang/hari dan pada perokok aktif yang merokok >20 batang/hari Kesimpulan:Terdapat peningkatan kadar SGPT pada perokok aktif yang merokok >20 batang/hari
The THE EFFECT OF PRENATAL GENTLE YOGA ON THE DEGREE OF PERINEAL RUPTURE IN LABOR Nelly Dameria Sinaga; Lam Murni Sagala; Regina Marintan Sinaga; Nova Eininta Sitepu
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v9i2.6408

Abstract

Background: Perineal rupture is a common complication during vaginal delivery that may cause bleeding, pain, infection, and postpartum complications. In Indonesia, the incidence of perineal rupture remains high, with 83% of women experiencing rupture during vaginal birth in 2020. Prenatal gentle yoga is a non-pharmacological intervention focusing on breathing, relaxation, and controlled stretching to improve maternal readiness during labor. Purpose: This study aimed to determine the effect of prenatal gentle yoga on the incidence and degree of perineal rupture. Methods: A quasi-experimental study with a post-test-only control group design was conducted. The study included 26 participants selected through quota sampling, comprising 13 mothers who participated in prenatal gentle yoga (intervention group) and 13 mothers who did not participate (control group). Differences between the two groups were analyzed using the Mann–Whitney U test. Results: No statistically significant difference was observed in the incidence of perineal rupture between the intervention and control groups (p = 0.071). However, a significant difference was found in the severity of perineal rupture (p = 0.005), with women who participated in prenatal gentle yoga experiencing less severe perineal tears than those in the control group. Conclusion: Prenatal gentle yoga did not significantly affect the incidence of perineal rupture but significantly reduced the degree of perineal rupture during vaginal delivery.