Abdullah Aman Damai
Graduate Program of Marine and Coastal Management, Universitas Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kelembagaan Kelompok Usaha Bersama Nelayan Dalam Usaha Penangkapan Rajungan Di Kuala Teladas, Tulang Bawang Winarto Santosa; Qadar Hasani; Supono Supono; Abdullah Aman Damai; Novita Tresiana; Indra Gumay Febryano
Journal of Tropical Marine Science Vol 8 No 2 (2025): Journal of Tropical Marine Science
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jour.trop.mar.sci.v18i2.5619

Abstract

The Fishermen's Joint Business Group is a local institution that plays a vital role in sustainable blue swimming crab fishing practices. This study aims to analyze the institution structure of the Joint Business Group in supporting sustainable blue swimming crab fishing efforts in Kuala Teladas Village, Tulang Bawang Regency. This research is a qualitative study whose data collection was carried out through in-depth interviews, participant observation, and documentation study. Data were analyzed to examine the institution and organization structure of the group. The study results show that the Joint Business Group is vital as a collective forum for fishermen to discuss, share information, and access crab resources. The group's simple organization structure with clear rights, obligations, and sanctions in the Articles of Association/Bylaws encourages active participation by members. The implementation of blue swimming crab management policies has brought positive changes to fishermen's behaviour, especially in the use of environmentally friendly fishing gear. However, significant challenges include economic pressures during the lean season, lack of alternative livelihoods, and weak supervision. Increasing the institution capacity of Joint Business Groups is carried out through collaboration between non-governmental organizations, fisheries extension, and the government. This is implemented through socialization, training, and mentoring in organization management, leadership, and business diversification. Grant assistance and alternative business training for fishermen have strengthened the economic position of fishermen. Increasing institution capacity through collaboration with various stakeholders is key to supporting the socio-economic sustainability of fishermen and sustainable blue swimming crab fishing efforts.
Ergonomika sebagai Dasar Kebijakan Pengembangan Fasilitas Pariwisata Pantai Labuhan Jukung Syifaunnisa Karunia Masda; Hari Kaskoyo; Abdullah Aman Damai; Dyah Wulan Sumekar Rengganis Wardani; Endro Prasetyo Wahono; Dedy Hermawan
Journal of Tropical Marine Science Vol 9 No 2 (2026): Journal of Tropical Marine Science (JTMS)
Publisher : Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33019/jtms.v9i2.7062

Abstract

Implementasi ergonomika dalam pengelolaan fasilitas pariwisata tidak hanya penting untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga sangat berkontribusi terhadap keberlanjutan destinasi dan daya saing pariwisata di tingkat internasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip ergonomika dalam optimalisasi fasilitas pariwisata di Pantai Labuhan Jukung, Kabupaten Pesisir Barat, serta merumuskan rekomendasi kebijakan guna mendukung pengembangan fasilitas pantai yang responsif, aman, nyaman, dan efektif. Pendekatan kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, telaah dokumen resmi dari instansi terkait, dan analisis data sekunder dari laporan pemerintah daerah serta standar pengelolaan pariwisata internasional. Hasil penelitian mengungkap bahwa meskipun fasilitas dasar dan aspek kenyamanan seperti mushola dan spot foto sudah memadai, terdapat kekurangan signifikan dalam penataan ruang publik, sanitasi, dan penerapan ergonomika secara sistematis sesuai ISO 13009:2015. Kurangnya integrasi prinsip ergonomika pada fasilitas wisata berdampak pada pengalaman pengunjung yang kurang optimal dan menghambat daya saing destinasi, terutama dalam menghadapi tantangan pariwisata global yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan perlunya evaluasi perbaikan fasilitas berdasarkan pendekatan ergonomika serta penyusunan kebijakan aplikatif yang menjamin implementasi ergonomika berkelanjutan dan peningkatan mutu pelayanan pariwisata pantai. Kontribusi penelitian ini terletak pada pemahaman menyeluruh tentang pengelolaan fasilitas pariwisata berorientasi ergonomi yang mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan di wilayah pesisir Indonesia.