I Wayan Dedy Prayatna
Institut Seni Indonesia Bali

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

WENINGKARA: Tradisi Siraman Sedudo dalam Karya Busana Edgy Authentic Eirys Ocsa Prameswari; Ni Kadek Yuni Diantari; I Wayan Dedy Prayatna
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 6 No. 1 (2026): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penciptaan karya busana ini dilatarbelakangi oleh kekayaan nilai budaya dan spiritual dalam tradisi siraman Sedudo yang berasal dari Kabupaten Nganjuk. Tradisi tersebut tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyucian diri, tetapi juga mengandung filosofi keseimbangan, harapan, dan keberkahan hidup. Tujuan dari penciptaan karya ini adalah untuk merepresentasikan makna filosofis tradisi siraman Sedudo ke dalam sebuah koleksi busana yang bernilai estetis, konseptual, dan fungsional melalui pendekatan seni fesyen. Metode yang digunakan dalam proses penciptaan adalah metode perancangan Fragipani, dengan menerapkan delapan tahapan sistematis, meliputi penggalian ide, perumusan konsep, eksplorasi visual, pengembangan desain, hingga perwujudan karya busana. Koleksi busana yang dihasilkan diberi nama Weningkara, yang merepresentasikan ketenangan batin, kesucian, serta refleksi spiritual yang terinspirasi dari elemen air terjun Sedudo, kembang tujuh rupa, dan nilai-nilai ritual satu suro. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa unsur budaya lokal dapat diolah menjadi karya seni fesyen kontemporer tanpa menghilangkan makna filosofis aslinya. Karya ini diharapkan dapat menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus kontribusi dalam pengembangan seni fesyen berbasis kearifan lokal.
Gelombang Rindu Metafora Film The Mirror Never Lies Sebagai Ide Penciptaan Karya Busana Artistik Berkolaborasi Dengan Tudisign Ade Sherly Anggreni; Tjok Istri Ratna Cora Sudharsana; I Wayan Dedy Prayatna
BHUMIDEVI: Journal of Fashion Design Vol. 6 No. 1 (2026): Bhumidevi
Publisher : Pusa Penerbitan LP2MPP Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Busana “Gelombang Rindu” lahir dari kolaborasi kreatif antara penulis dengan Tudisign, yang terinspirasi oleh film The Mirror Never Lies karya Kamila Andini. Film ini menampilkan kehidupan masyarakat Bajau di Wakatobi dan mengangkat tema kehilangan, kerinduan, serta refleksi diri melalui simbol laut dan cermin. Koleksi busana ini mewujudkan narasi emosional dan budaya lokal melalui tiga kategori: Ready To Wear, Ready To Wear Deluxe, dan Semi Haute Couture. Proses penciptaan menggunakan metode FRANGIPANI, dimulai dari riset budaya dan visualisasi 2D/3D, hingga produksi final dengan teknik jahit kompleks, patchwork, couching, dan hand stitching. Warna biru, cream, dan abu-abu diaplikasikan untuk mengekspresikan kedalaman laut, harapan, dan kehilangan, sementara motif gelombang dan rumah panggung merepresentasikan kehidupan Bajau. Hasil karya menampilkan busana sebagai medium ekspresi artistik, budaya, dan emosi, yang tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai estetis tinggi. Busana ini menunjukkan kemampuan fashion menjadi sarana penceritaan budaya yang autentik dan kontemporer.