Agung Sugiarto
IKIP PGRI KALTIM

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH LATIHAN LOMPAT KIJANG DAN SPLIT SQUAT JUMP TERHADAP PENINGKATAN KECEPATAN SPRINT Agung Sugiarto
CENDIKIA Vol 3 No 1 (2019): Cendekia
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65708/cendekia.v3i1.105

Abstract

Kecepatan merupakan salah satu komponen dasar biomotor yang diperlukan dalam setiap cabang olahraga, baik yang bersifat permainan, perlombaan, maupun pertandingan. latihan adalah suatu proses terencana yang harus dilakukan berdasar pada sebuah teori dan metode yang baik dan tepat dengan proses secara bertahap untuk mencapai prestasi olahraga. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis tentang: (1) pengaruh latihan Lompat Kijang terhadap peningkatan Kecepatan Sprint; (2) pengaruh latihan Split Squat Jump terhadap peningkatan Kecepatan Sprint; (3) perbedaan pengaruh latihan Lompat Kijang dan Latihan Split Squat Jump terhadap Kecepatan Sprint. Sasaran penelitian ini adalah pemain sepak bola SKOI Kalimantan Timur. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah pemain sepak bola SKOI Kalimantan Timur sebanyak 30 pemain dan semua pemain dijadikan sampel penelitian atau total sampling. Pengumpulan data menggunakan instrument tes praktik lari sprint 60 meter. Selanjutnya data diperoleh diolah menggunakan t-tes. Berdasarkan hasil analisis data latihan lompat kijang dan latihan Split Squat Jump terhadap peningkatan kecepatan sprint, kedua bentuk latihan tersebut memiliki pengaruh, dimana latihan lompat kijang menunjukan angka Thitung 41,33 sedangkan Tabel menunjukan angka 1,761 berarti Thitung > Ttabel dengan sumbangan persentasi 4,192%, sedangkan latihan Split Squat Jump menunjukan angka Thitung 48,9 sedangkan Ttabel 1,761 berarti Thitung > Tabel dengan sumbangan peresentasi 4,144%. Berdasaran data di atas dapat disimpulkan bahwa kedua bentuk latihan tersebut memiliki pengaruh terhadap kecepatan sprint, akan tetapi latihan lompat kijang memberikan pengaruh lebih baik dengan sumbangan persentasi 4,192% terhadap hasil kecepatan sprint pada pemain sepak bola SKOI Kalimantan Timur.
HUBUNGAN ANTARA KEKUATAN OTOT LENGAN DAN KELENTUKAN SENDI BAHU DENGAN KETEPATAN SERVICE PANJANG BULUTANGKIS PADA SISWA EKSTRAKURIKULER BULUTANGKIS MTs DARUSSALAM SAMARINDA TAHUN 2018 Agung Sugiarto; Indra Setya Permana Assyariy
CENDIKIA Vol 2 No 2 (2019): Cendekia
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65708/cendekia.v2i2.136

Abstract

Service merupakan salah satu aspek penting dalam permainan bulutangkis. Service yang dilakukan dengan sempurna akan menyulitkan lawan untuk mengembalikannya, sehingga bisa menguntungkan bahkan bisa langsung menghasilkan poin. Sebaliknya apabila dilakukan dengan tidak benar atau sembarangan akan memudahkan lawan mengembalikan service dan menyebabkan lawan mendapatkan poin dari kesalahan yang dilakukan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya Hubungan Antara Kekuatan Otot Lengan dan Kelentukan Sendi Bahu Dengan Ketepatan Service Panjang Bulutangkis Pada Siswa Ekstrakurikuler Bulutangkis di MTs Darussalam Samarinda Tahun 2018, dengan populasi berjumlah 21 orang, dimana sampel dalam penelitian ini adalah menggunakan total sampling yakni 21 orang. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kuantitatif dengan teknik tes dan pengukuran, data-data yang terkumpul kemudian di analisis dengan statistik menggunakan korelasi ganda. Setelah dilakukan perhitungan teknik tersebut diperoleh harga Rx1x2y sebesar 0,66. Kemudian hasil ini dibandingkan dengan tabel interprestasi dan ternyata nilai r tersebut terletak atau berada pada taraf 0,60 sampai dengan 0,799 termasuk dalam kategori kuat sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam penelitian hubungan antara kekuatan otot lengan dan kelentukan sendi bahu dengan ketepatan service panjang bulutangkis pada siswa ekstrakurikuler bulutangkis di MTs Darussalam Samarinda Tahun 2018 terdapat hubungan. Selanjutnya dilakukan tahap pengujian berikutnya menggunakan uji f-tes, yang diketahui nilai f-hitung sebesar 6,94 kemudian dibandingkan dengan f-tabel pada derajat kebebasan dk= k (dk= 2) dengan derajat kepercayaan 95% didapatkan nilai 3,55, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara kekuatan otot lengan dan kelentukan sendi bahu dengan ketepatan service panjang bulutangkis pada siswa ekstrakurikuler bulutangkis di MTs Darussalam Samarinda tahun 2018. Hipotesis Diterima.
ANALISIS ANTROPOMETRI DAN KONDISI FISIK ATLET PENCAK SILAT PELATDA PON KONI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2024 Agung Sugiarto
CENDIKIA Vol 6 No 1 (2022): Cendikia Volume 12 Nomor 01 Juni 2024
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65708/cendekia.v6i1.252

Abstract

Kondisi fisik yang prima merupakan salah satu syarat yang harus dimiliki oleh setiap Atlet Pencak Silat atau pesilat guna mengoptimalkan performanya untuk meraihprestasi yang maksimal di cabang olahraga pencak silat. Kemapuan fisiklah yangmendasari kemampuan teknik, taktik dan mental pesilat. Pesilat tidak akan mampumenguasai berbagai teknik atau memiliki kekayaan teknik pencak silat dan tidak akanmampu menerapkan taktik yang ingin dijalankan dalam pertandingan tanpa ditunjangfisik yang prima atau standart fisik Pesilat. Pesilat juga akan merasa tidak siap bahkantakut bertanding apabila kondisi fisiknya masih lemah. Pesilat tidak juga mampubertanding secara konsisten dan optimal di event yang diikutinya. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui tingkat Kondisi Fisik dan Antropometri Atlet Pencak Silat PelatdaPON KONI Kalimantan Timur tahun 2024.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif. Subjek ataupopulasi penelitian ini adalah seluruh Atlet Pencak Silat pelatda PON KONI KalimantanTimur tahun 2024 yang berjumlah 12 orang dan penelitian ini merupakan penelitianpopulasi atau total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes danpengukuran. Analisis data menggunakan uji kategori/norma, uji mean dan persentase.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kondisi Indeks Massa Tubuh (IMT)Atlet Pencak Silat Pelatda PON KONI Kalimantan Timur tahun 2024 dengan kategoriideal/normal 8 orang (66,7%), gemuk sebanyak 3 orang (25%), dan kategori obesitassebanyak 1 orang (8,3%) dan tidak ada satupun Pesilat yang memiliki IMT kategori kurusdan kurus sekali. Sedangkan kondisi VO2max dengan kategori baik sebanyak 7 orang(53,7%), kategori cukup sebanyak 2 orang (16,3%), kategori kurang sebanyak 3 orang(25%) dan tidak ada satupun Pesilat yang memiliki VO2max kategori baik sekali dankurang sekali.Rata-rata kondisi Indeks Massa Tubuh (IMT) Atlet Pencak Silat Pelatda PONKONI Kalimantan Timur tahun 2024 adalah ideal/normal. Sedangkan rata-rata kondisiVO2max Atlet Pencak Silat Pelatda PON KONI Kalimantan Timur tahun 2024 adalahcukup.