sira-28
Ikip PGRI KALTIM

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

The Analisis Komposisi Tubuh dan Performa Fisik Siswa pada Ekstrakurikuler Bola Voli Putra di SMK Negeri 3 Sendawar sira-28
CENDIKIA Vol 9 No 2 (2026): Cendekia : Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : IKIP PGRI KALIMANTAN TIMUR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65708/cendekia.v9i2.356

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi langsung selama kegiatan magang di SMK Negeri 3 Sendawar yang menemukan berbagai persoalan fisik pada siswa ekstrakurikuler bola voli putra, seperti berat badan yang belum ideal, massa otot yang kurang, kekuatan otot lengan yang rendah, daya ledak otot tungkai yang belum optimal, serta kelincahan dan kecepatan reaksi yang masih lemah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi tubuh siswa berdasarkan Indeks Massa Tubuh dan mengetahui profil performa fisik siswa ekstrakurikuler bola voli putra. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling yang melibatkan seluruh 20 siswa putra yang terdaftar aktif dalam ekstrakurikuler. Data dikumpulkan melalui enam butir tes performa fisik yang mengacu pada standar Tes Kesegaran Jasmani Indonesia, yaitu push up, sit up, vertical jump, sprint 30 meter, agility test, dan beep test, disertai pengukuran komposisi tubuh menggunakan Indeks Massa Tubuh. Data diolah secara deskriptif kemudian diuji normalitasnya sebelum dilanjutkan dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80 persen siswa berada pada kategori Indeks Massa Tubuh Normal, sementara performa fisik menunjukkan pola yang tidak merata, unggul pada komponen sit up, beep test, dan vertical jump, namun lemah pada agility test, sprint 30 meter, dan push up. Uji korelasi Spearman tidak menemukan hubungan yang signifikan secara statistik antara Indeks Massa Tubuh dengan keenam komponen performa fisik tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas program latihan lebih berperan dibandingkan komposisi tubuh semata dalam membentuk performa fisik siswa