Eva Novaria
STISIPOL Candradimuka

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POTENSI DAN TANTANGAN PROGRAM SEKOLAH RAKYAT DALAM KONTEKS PENCAPAIAN SDGS PENDIDIKAN DI INDONESIA Rohani Rohani; Elysa Akbariah; Maisyaroh Maisyaroh; Eva Novaria
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.8965

Abstract

The achievement of the fourth Sustainable Development Goal (SDG), regarding quality education, in Indonesia is still faced with disparities in accessibility, especially for marginalized groups who are difficult to reach by the formal system. This study focuses on an in-depth analysis of the potential and challenges of the People's School Program as a grassroots initiative to bridge this educational gap. Using a descriptive qualitative approach that integrates literature studies and field observations, the study evaluates the program's effectiveness in providing inclusive education services. The study findings indicate that People's Schools have significant potential to reduce financial barriers and increase independent learning participation by 25%, primarily driven by strong parental support. However, the sustainability of this program is still hampered by funding uncertainty, lack of curriculum standardization, and the qualifications of volunteer teachers who have not been certified. The main conclusion confirms that People's Schools function as a strategic complement to formal education, which requires strengthening legitimacy through cross-sector collaboration between the government and the private sector. In addition, the integration of digital learning technology is recommended as an adaptive solution to overcome geographical barriers and increase graduate competitiveness to achieve equitable and inclusive national education. ABSTRAK Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin keempat mengenai pendidikan berkualitas di Indonesia masih dihadapkan pada disparitas aksesibilitas, khususnya bagi kelompok masyarakat marginal yang sulit terjangkau sistem formal. Penelitian ini berfokus pada analisis mendalam mengenai potensi dan tantangan Program Sekolah Rakyat sebagai inisiatif akar rumput dalam menjembatani kesenjangan pendidikan tersebut. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif yang mengintegrasikan studi pustaka dan observasi lapangan, penelitian mengevaluasi efektivitas program dalam memberikan layanan pendidikan inklusif. Temuan studi menunjukkan bahwa Sekolah Rakyat memiliki potensi signifikan dalam mereduksi hambatan finansial dan meningkatkan partisipasi belajar mandiri sebesar 25%, terutama didorong oleh dukungan kuat dari orang tua. Namun, keberlanjutan program ini masih terkendala oleh ketidakpastian pendanaan, minimnya standarisasi kurikulum, serta kualifikasi tenaga pengajar sukarela yang belum tersertifikasi. Simpulan utama menegaskan bahwa Sekolah Rakyat berfungsi sebagai komplemen strategis bagi pendidikan formal yang memerlukan penguatan legitimasi melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah dan swasta. Selain itu, integrasi teknologi pembelajaran digital direkomendasikan sebagai solusi adaptif untuk mengatasi hambatan geografis dan meningkatkan daya saing lulusan demi tercapainya pemerataan pendidikan nasional yang inklusif.  
PERAN KOPERASI MERAH PUTIH SEBAGAI OFFTAKER PRODUK PERTANIAN LOKAL UNTUK STABILISASI HARGA Ahmad Nuroni; Ahmadi Ahmadi; Eva Novaria
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i1.8966

Abstract

Agricultural commodity price volatility is a persistent structural problem in Indonesia, often detrimental to farmers due to the dominance of middlemen and long distribution chains. This study focuses on analyzing the effectiveness of the Red and White Village/Sub-district Cooperative (KMP) program as an institutional solution that acts as an offtaker or standby buyer to stabilize prices at the producer level. Using a descriptive qualitative approach through a study of pilot project evaluation documents in West Java and an analysis of supply chain management literature, this study examines the mechanisms of planting contracts, stock management, and financing facilitation. The study findings indicate that the KMP intervention significantly reduced the supply chain from 5–7 layers to 2–3 layers, which directly impacted the selling price at the farm level by 10–20% compared to the free market price during the main harvest. The forward contract mechanism proved effective in providing certainty of market absorption and transferring price risk from farmers to the cooperative. It concluded that KMP plays a vital role in transforming the agricultural ecosystem and controlling food inflation, but the sustainability of this model is highly dependent on support for access to affordable capital and the integration of digital technology for operational efficiency. ABSTRAK Volatilitas harga komoditas pertanian menjadi masalah struktural yang persisten di Indonesia, sering kali merugikan petani akibat dominasi tengkulak dan panjangnya rantai distribusi. Penelitian ini berfokus pada analisis efektivitas program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) sebagai solusi kelembagaan yang berperan sebagai offtaker atau pembeli siaga guna menstabilkan harga di tingkat produsen. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi dokumen evaluasi pilot project di Jawa Barat serta analisis literatur manajemen rantai pasok, penelitian ini menelaah mekanisme kontrak tanam, pengelolaan stok, dan fasilitasi pembiayaan. Temuan studi menunjukkan bahwa intervensi KMP mampu memangkas rantai pasok secara signifikan dari 5–7 lapis menjadi 2–3 lapis, yang berdampak langsung pada peningkatan harga jual di tingkat petani sebesar 10–20% dibandingkan harga pasar bebas saat panen raya. Mekanisme forward contract terbukti efektif dalam memberikan kepastian serapan pasar dan mentransfer risiko harga dari petani kepada koperasi. Disimpulkan bahwa KMP memiliki peran vital dalam mentransformasi ekosistem pertanian dan mengendalikan inflasi pangan, namun keberlanjutan model ini sangat bergantung pada dukungan akses permodalan murah serta integrasi teknologi digital untuk efisiensi operasional.