Mohamad Johan Saril
Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

INTEGRATION OF TEACHER PRENEURSHIP, RELIGIOSITY, AND ENTERPRENEURIAL CULTURE INCREASING STUDENTS INTEREST ENTERPRENEURSHIP IN DIGITAL ERA Mohamad Johan Saril; Edy Dwi Kurniati; Uswatun Chasanah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11873

Abstract

ABSTRACT The rapid development of the digital era has created new opportunities and challenges in entrepreneurship education, requiring educational institutions to prepare students who are innovative, adaptive, and possess strong entrepreneurial values. In this context, teacherpreneurship, religiosity, and entrepreneurial culture are considered important factors in fostering students’ entrepreneurial interest. Therefore, this study aims to systematically examine the integration of teacherpreneurship, religiosity, and entrepreneurial culture in enhancing students’ entrepreneurial interest in the digital era. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) method using the PRISMA protocol. The research stages included identification, screening, eligibility assessment, and inclusion of relevant studies. A total of 187 articles were retrieved from Google Scholar, Scopus, and DOAJ databases published between 2020 and 2025. After applying inclusion and exclusion criteria, 28 articles were selected and analyzed. The findings indicate that: (1) teacherpreneurship significantly enhances students’ motivation, creativity, and entrepreneurial competence; (2) religiosity, particularly Islamic values such as amanah (trustworthiness), ihsan (excellence), and diligence, positively shapes entrepreneurial character and intention; (3) entrepreneurial culture in schools creates a supportive ecosystem for entrepreneurial learning; and (4) the digital era strengthens these dimensions through digital literacy and technology-based entrepreneurial activities. In conclusion, the integration of teacherpreneurship, religiosity, and entrepreneurial culture plays a strategic role in increasing students’ entrepreneurial interest. These findings highlight the need for an entrepreneurship education model that combines teacherpreneur roles, religious values, and digital-based school culture to produce innovative, ethical, and competitive graduates. ABSTRAK Perkembangan pesat era digital telah menciptakan peluang dan tantangan baru dalam pendidikan kewirausahaan, sehingga lembaga pendidikan dituntut untuk mempersiapkan peserta didik yang inovatif, adaptif, dan memiliki nilai-nilai kewirausahaan yang kuat. Dalam konteks ini, teacherpreneurship, religiositas, dan budaya kewirausahaan dipandang sebagai faktor penting dalam menumbuhkan minat berwirausaha peserta didik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis integrasi teacherpreneurship, religiositas, dan budaya kewirausahaan dalam meningkatkan minat berwirausaha peserta didik di era digital. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA. Tahapan penelitian meliputi identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi studi yang relevan. Sebanyak 187 artikel diperoleh dari basis data Google Scholar, Scopus, dan DOAJ yang diterbitkan pada tahun 2020–2025. Setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 28 artikel dipilih dan dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) teacherpreneurship secara signifikan meningkatkan motivasi, kreativitas, dan kompetensi kewirausahaan peserta didik; (2) religiositas, khususnya nilai-nilai Islam seperti amanah, ihsan, dan kerja keras, berpengaruh positif dalam membentuk karakter dan niat berwirausaha; (3) budaya kewirausahaan di sekolah menciptakan ekosistem yang mendukung pembelajaran kewirausahaan; dan (4) era digital memperkuat ketiga dimensi tersebut melalui literasi digital dan aktivitas kewirausahaan berbasis teknologi. Simpulannya, integrasi teacherpreneurship, religiositas, dan budaya kewirausahaan memiliki peran strategis dalam meningkatkan minat berwirausaha peserta didik. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan model pendidikan kewirausahaan yang mengintegrasikan peran teacherpreneur, nilai-nilai religius, dan budaya sekolah berbasis digital untuk menghasilkan lulusan yang inovatif, beretika, dan berdaya saing.
MODEL PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Ida Zahara Adibah; Mohamad Johan Saril; Uswatun Chasanah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11875

Abstract

ABSTRACT This article aims to examine the conceptual foundations and multicultural values relevant to Islamic Religious Education (PAI) curriculum development, and to formulate a multicultural-based PAI curriculum development model applicable to Islamic boarding schools (pesantren), schools, and madrasahs. The method employed is a Systematic Literature Review (SLR) using the PRISMA protocol, involving 28 selected articles from 381 initial articles sourced from Scopus, Google Scholar, and SINTA databases for the period 2020–2025. The findings indicate that: (1) the conceptual foundations of multicultural PAI curriculum derive from universal Islamic values such as tasamuh, ukhuwah, ta'aruf, ta'awun, and rahmatan lil 'alamin, integrated with Banks' multicultural theory and Tyler's curriculum development framework; (2) the formulated model encompasses five core components: (a) Islamic multicultural value orientation, (b) inclusive curriculum objectives, (c) integrative content based on local wisdom, (d) dialogical-participatory learning strategies, and (e) authentic character-based assessment. This model is adaptive and can be implemented across Islamic educational institutions with contextual adjustments. The findings are expected to serve as a reference for curriculum developers, educators, and policymakers in strengthening inclusive, moderate, and multiculturally-oriented Islamic education. ABSTRAK Artikel ini bertujuan mengkaji landasan konseptual dan nilai-nilai multikultural yang relevan dalam pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), serta merumuskan model pengembangan kurikulum PAI berbasis multikultural yang dapat diaplikasikan pada pesantren, sekolah, dan madrasah. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses), melibatkan 28 artikel terpilih dari 381 artikel awal yang bersumber dari database Scopus, Google Scholar, dan SINTA periode 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) landasan konseptual kurikulum PAI multikultural bersumber dari nilai-nilai Islam universal seperti tasamuh, ukhuwah, ta'aruf, ta'awun, dan rahmatan lil 'alamin, yang diintegrasikan dengan teori multikultural Banks dan kerangka pengembangan kurikulum Tyler; (2) model yang dirumuskan mencakup lima komponen inti: (a) orientasi nilai Islam multikultural, (b) tujuan kurikulum inklusif, (c) konten integratif berbasis kearifan lokal, (d) strategi pembelajaran dialogis-partisipatif, dan (e) evaluasi autentik berbasis karakter. Model ini bersifat adaptif dan dapat diterapkan lintas lembaga pendidikan Islam dengan penyesuaian kontekstual. Temuan ini diharapkan menjadi rujukan bagi pengembang kurikulum, pendidik, dan pembuat kebijakan dalam memperkuat pendidikan Islam yang inklusif, moderat, dan berwawasan multikultural.